Tujuan Instruksional Khusus :
Mahasiswa mengerti dan memahami cara pendefinisian Variabel dalam Visual Basic
Mahasiswa mengerti dan memahami cara pendefinisian Konstanta dalam Visual Basic
Mahasiswa mengerti dan memahami cara pendefinisian Tipe data dalam Visual Basic
Mahasiswa mengerti dan memahami operator dalam Visual Basic
Pokok Bahasan : Variabel, Konstanta, Tipe Data Dan Operator
Deskripsi singkat : Dalam pertemuan ini akan mempelajari tentang pengertian variabel, syarat penamaan dan pendefinisiannya, DIM, GLOBAL, REDIM, DEFTYPE, pengertian konstanta, syarat penamaan dan pendefinisiannya, CONST, Jenis tipe data dalam Visual Basic, Operator relational
Referensi :
1. Peter Norton’s, Guide to Visual Basic 6, SAMS Publishing, 1998
2. Djoko Pramono, Mudah Menguasai Visual Basic 6, Elex Media Komputindo, Jakarta, 1999
Variabel, Konstanta, tipe data dan Operator
Variabel merupakan tempat untuk menyimpan nilai sementara dari suatu perhitungan. Untuk mendeklarasikan sebuah variabel digunakan pernyataan :
Melalui As dapat mendefinisikan sendiri tipe data atau tipe objek dari variabel yang dideklarasikan. Tipe data ini misalnya integer, string atau variant.
Variabel untuk sebuah prosedur hanya boleh digunakan pada prosedur di tempat mereka dideklarasikan, dan biasanya digunakan dalam perhitungan yang menggunakan temporary.
Konstanta
Konstanta merupakan variabel yang nilai di dalamnya selalu tetap. Konstanta diperlukan jika dibutuhkan sebuah nilai tetap yang harus muncul di banyak bagian dari rutin. Kemungkinan lain penggunaan konstanta adalah untuk mengingat angka yang sulit.
Tipe Data
| Type Data | Ukuran Storage | Jangkuan |
| Byte | 1 byte | 0 s/d 255 |
| Boolean | 2 byte | True atau False |
| Integer | 2 byte | -32,768 s/d 32767 |
| Long | 4 byte | -2,147,483,648 s/d 2,147,483,647 |
| Single | 4 byte | -3.402823E38 s/d -1.401298E-45 (-) 1.401298E-45 s/d 3.402823E38 (+) |
| Double | 8 byte | -1.79769313486232E308 s/d -4.94065645841247E-324 (-) |
| Currency | 8 byte | -922,337,203,685,477.5808 s/d 922,337,203,685,477.5807 |
| Decimal | 14 byte | +/-79,228,162,514,264,337,593,543,950,335 |
| Date | 8 byte | 1 Januari 100 s/d 31 Desember 9999 |
| Object | 4 byte | Mengacu pada objek tertentu |
| String (panjang variabel) | 10 byte + panjang string | 0 sampai lebih kurang 2 milyar |
| String (panjang tetap) | panjang dari string | 1 sampai lebih kurang 65,400 |
| Variant (dengan angka) | 16 byte | Sembarang angka sampai jangkauan jenis Double |
| Variant (dengan karakter) | 22 byte + panjang string | Sama dengan jangkauan variabel String |
Tipe data Variant yang akan menyajikan semua jenis data yang didefinisikan pada visual basic. Jika sebuah variabel dideklarasikan tanpa perintah As, maka standar dari tipe data yang digunakan adalah variant.
Tipe data Numeric menyimpan data berupa angka, tipe data string menyimpan rangkaian karakter, tipe data boolean menyimpan data berupa benar/salah, tipe data Date menyimpan data berupa tanggal dan waktu, dan tipe data objek menyimpan data berupa objek. Pendeklarasiannya harus menggunakan perintah Private, Public, Dim atau Static.
| Keyword | Digunakan pada |
| Public | Berlaku pada level modul |
| Private | Berlaku pada level modul |
| Dim | Berlaku pada level modul dan level procedure |
| Static | Berlaku pada level procedure |
Syntax :
<keyword> NamaVariabel [As TypeVariabel]
Array
Array merupakan salah satu fasilitas agar dapat menyimpan data secara berurutan dalam sebuah nama variabel. Dalam array data tersimpan dengan menggunakan indeks untuk memudahkan pencarian kembali data tersebut.
Array mempunyai batas atas dan batas bawah, dimana data akan tersimpan di antara kedua batas tersebut. Semua elemen data yang tersimpan dalam sebuah variabel array mempunyai tipe data yang sama. Semua elemen data yang tersimpan dalam sebuah variabel array mempunyai tipe data yang sama. Semua tipe data dapat dideklarasikan bagi variabel array.
Operator Pada Visual Basic dan Urutan Operasinya
Visual basic meyediakan operator aritmatika, komparasi dan logika, salah satu hal yang harus dipahami oleh programmer adalah tata urutan operasi dari masing-masing operator tersebut sehingga mampu membuat ekspresi yang akan menghasilkan nilai yang benar, Tabel 1-2, menunjukkan operator dan urutan operasinya dari atas kebawah.
Contoh :
A = 1 + 2 * 3 'Akan menghasilkan 7
B = (1 + 2) * 3 'Akan menghasilkan 9
| Aritmatika | Komparasi | Logika |
| Pangkat (^) | Sama (=) | Not |
| Negatif (-) | Tidak sama (<>) | And |
| Kali dan Bagi (*, /) | Kurang dari (<) | Or |
| Pembagian bulat (\) | Lebih dari (>) | Xor |
| Sisa Bagi (Mod) | Kurang dari atau sama (<=) | Eqv |
| Tambah dan Kurang (+,-) | Lebih dari atau sama (>=) | Imp |
| Pengabungan String (&) | Like | |




0 komentar:
Posting Komentar