Minggu, 13 April 2014 0 komentar

Mimpi

ada satu Mimpi yang sudah sedikit lama aku tulis.
Ya Mimpi menjadi salah Satu Pengajar Muda di Indonesia Mengajar!!!

Mungkin Mimpi itu sangatlah mustahil, melihat latar belakangku yang hanya seorang alumni STMIK swasta di Kota Solom, dan bakat apa yang aku punya??? serasa itu sesuatu hal yang tidak mungkin bisa aku peroleh.

tapi, inilah hidup. Bagi aku selagi aku masih bisa bermimpi, akan aku tuliskan mimpi itu dalam secarik kertas dan dapat aku ingat tiap kali aku melihatnya. Ya... karna tak ada yang tak mungkin bukan?
tinggal bagaimana aku mempersiapkan diri dan bekerja keras meraih apa yang telah aku impikan.

Solo Mengajar ---> Indonesia Mengajar ----> Pengajar Muda !! Bismillahirohmannirohim.

YUk Batas Waktu mpe tgl 15 Mei sih, tapi harus aku prepare sekarang.Bismillah!! =)
Rabu, 02 April 2014 0 komentar

thx Guyss

Inilah kegiatanku selama aku menuntut ilmu setahun di STMIK ku tercinta, aku mengenal teman” semuanya, dengan karaker dan cirri khas mereka yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Berbagai aktifitas aku lakukan bersama mereka. Canda, tawa, sedih, marahan hadir menghiasi lika-liku pertemanan kita, terkadang aku bangga mengenal mereka, tapi terkadang aku merasa kesal dengan mereka. Tapi inilah hidup penuh dengan pro dan kontra. Aku juga menyadari tidak semua temanku menyukai perilakuku, pasti adalah satu atau bahkan banyak yang tidak menyukai perilakuku, perkataanku atau lainnya dari aku. Aku pun menyadari itu. Buat yang telah menjadi sahabatku dekat terima kasih, selalu membantu aku di saat dan kondisi apapu. Benar-benar membantu aku dari nol yang awalnya amat sangat buta dengan ‘komputer’ kini sedikit-sedikit aku mengerti aku paham dan aku mulai mengetahui apa sih ‘komputer’ itu. Buat semuanya yang telah mengenal aku naafkannku bila ada adari salah satu perilakuku mengoreskan luka di hatimu, aku juga erterima kasih pada kalian yang mau menerima aku apa adanya. Semoga kelak, disaat kita tak bersama lagi, di suatu saat kita kan berjumpa dengan hasil mkasimum yang kita capau yaitu ‘kesuksesan’. Amien…
Love you guys,,,
^_~
0 komentar

Jamak dan Qoshor

Jamak dan Qashar

Sholat? Wajib dong jika kamu seorang muslim. Jangan sampe kita meninggalkan sholat secara sengaja dalam keadaan apapun (kecuali wafat atau hilang akal alias gila), karena Nabi s’aw telah memberi peringatan dengan keras.

 
Sholat harus dilaksanakan, di manapun dan kapanpun


“Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat.” [HR. Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab Al-Iman (82)]
“Perjanjian (pembatas) antara kita dengan mereka adalah sholat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir.” [HR. Ahmad (5/346), At-Turmudzi, kitab Al-Iman (2621), An-Nasa'i, kitab Ash-Shalah (1/232), Ibnu Majah, kitab Iqamatus Shalat (1079)]
            Namun begitu, Allah Subhanahu wa Ta’ala –Maha Suci Dia dan Maha Tinggi- tidak memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya, termasuk dalam masalah sholat. Allah SWT memberikan keringanan dalam masalah sholat bagi hamba-Nya yang menjadi musafir, yaitu Jamak dan Qashar. Apakah itu? Lanjutkan bacanya. 

Catatan:

Jamak = sholat dua waktu digabung jadi satu waktu. Ketentuannya, Sholat Zhuhur bareng Ashar, dan Sholat Maghrib bareng ‘Isya’. Sholat Shubuh nggak boleh dijamak. 
      Jamak Takdim = jamak di awal.
Misal : menjamak sholat Zhuhur dengan Ashar saat Zhuhur & menjamak Maghrib & ‘Isya’ saat Maghrib.  
Jamak Ta’khir = jamak di akhir.
Misal : menjamak sholat Zhuhur dengan Ashar saat waktu Ashar & menjamak sholat Maghrib dengan ‘Isya’ saat waktu ‘Isya’. 
Qashar = meringkas sholat, yang mulanya 4 rakaat jadi 2 rakaat. Sholat Shubuh dan Maghrib nggak bisa diqashar.
Itmam = Menyempurnakan sholat = nggak melakukan qashar alias sholat seperti biasa. Sholat 4 rakaat ya tetep 4 rakaat.
Musafir = orang yang sedang bepergian.
Safar = bepergian.
Mukim = menetap alias nggak bepergian.



Kapan boleh melakukan Jamak dan Qashar bagi musafir?

Ada beberapa pendapat dari para ‘ulama’. Dari segi jarak dan tempat:

      [a] Jumhur (mayoritas) ‘ulama’ (salah satunya Syaikh Abdullah ibn ‘Abdul ‘Aziz ibn Ba’z) mengatakan bahwa minimal telah menempuh jarak kurang lebih 80 km.
[b] Tergantung ukuran tiap individu. Missal, jika si Amir merasa bahwa Solo-Yogya itu termasuk perjalanan jauh, maka si Amir boleh melakukan jamak. Sedang si Bondan merasa kalo Solo-Yogya itu merasa nggak ada apa-apanya, maka si Bondan nggak boleh jamak qashar.
Apapun pendapat yang diambil, yang pasti harus sudah keluar atau agak jauh dari wilayah perkotaan atau pedesaan tempat kita tinggal. Bila belum, maka nggak diperbolehkan jamak qashar.

Sedangkan dari segi waktu :

Ada beberapa pendapat mengenai batas waktu boleh tidaknya melakukan jamak qashar. Namun  untuk kehati-hatian, batas boleh jamak qashar adalah saat waktu safar kita empat hari atau kurang. [1] Jika kita berniat dari awal untuk menginap di suatu tempat lebih dari empat hari, maka harus sholat seperti biasa. 
Misal, anak rantau yang mau kuliah di luar kota. Udah pasti mereka berniat tinggal di luar kota lebih dari empat hari, mungkin satu minggu, satu bulan, dll. Jadi anak rantau harus sholat seperti biasa.

Namun, jika kita nggak tau safar kita bakal makan waktu berapa hari, kita boleh tetap menjamak dan mengqashar sholat kita. Misal, Faishal punya urusan di kota X. Namun si Faishal gak tau, urusannya bakal makan waktu berapa hari. Nah, si Faishal ini boleh tetap menjamak dan mengqashar sholatnya walaupun dia di kota X selama lebih dari empat hari. Dasarnya adalah saat Nabi s’aw menetap selama 19 hari di Makkah saat Fathul Makkah dan 20 hari di Tabuk, beliau tetap melakukan jamak dan qashar saat sholat.


Di Tempat Tujuan

Jika serombongan musafir sedang singgah di suatu tempat, lebih baik sholatnya tetap diqashar secara jamaah bersama rombongan musafir, tapi nggak dijamak.

 Sholat Jamaah di Jabal Tsur.
Sholat merupakan kewajiban insan muslim yang harus dilaksanakan.


Misal kamu dan rombongan berencana menginap di rumah kakek nenek selama yang jaraknya 100 km selama dua hari. Saat kamu sudah tiba di rumah kakek dan menginap di sana selama 2 hari, yang lebih afdhal kamu bersama temen-temen seperjalananmu tetap mengqashar sholat, tetapi nggak dijamak.


Imam dan Makmum


Musafir sebagai makmum & mukim sebagai imam


Lantas, gimana jika kita sebagai musafir sholat jadi makmum di belakang orang yang mukim atau sebaliknya?

Jika seorang musafir sholat di belakang imam yang mukim, maka si musafir wajib mengikuti imam dan menyempurnakan sholatnya, nggak boleh diqashar. [2]

Misal, kamu sebagai musafir mampir sholat Zhuhur di masjid yang diimami orang setempat. Karena sang imam sholat Zhuhurnya 4 rakaat, kamu sebagai makmum juga harus sholat 4 rakaat, nggak boleh diqashar jadi 2 rakaat.

Hal ini berlaku juga saat kamu sebagai makmum telat sholat jamaah (makmum masbuq). Misal, kamu sebagai musafir jadi makmum sholat Zhuhur di sebuah masjid. Namun saat itu, imam sudah bangkit melaksanakan rakaat ketiga. Pada saat imam salam dan selesai sholat, kamu harus bangkit dan menyempurnakan 2 rakaat yang ketinggalan. Jadi kamu gak bisa mengqashar sholat cuma 2 rakaat, padahal sang imam sholat 4 rakaat, walaupun kamu ngikutin imam mulai dari rakaat ke-3.


Musafir sebagai imam & mukim sebagai makmum

Kalo sebaliknya? Misal ada seorang musafir sholat Ashar di masjid deket rumahmu. Dia (musafir) jadi imam dan kamu (mukim) jadi makmum. Karena sang imam statusnya musafir, sholat Asharnya cuma 2 rakaat. Namun kamu nggak boleh cuma sholat 2 rakaat karena kamu bukan musafir. Jadi saat imam salam di rakaat kedua, kamu bangun untuk menyelesaikan rakaat ke-3 dan ke-4.


Haruskah Berurutan (Muwalah)?

Kalau kita menjamak sholat, misal antara Maghrib dengan ‘Isya’, apakah harus dilaksanakan secara berurutan, Maghrib dulu baru ‘Isya’? Khususnya saat kita melakukan jamak ta’khir.

Untuk jamak takdim, yang wajib adalah melakukan sholat secara berurutan (muwalah). Jadi melakukan sholat Maghrib dulu, baru disambung ‘Isya’. Sedangkan kalau jamak ta’khir, lebih afdhal juga dilaksanakan berurutan.


Haruskah niat dulu?

Misal, serombongan musafir sholat Zhuhur, tapi mereka nggak berniat menjamaknya. Namun karena ada satu dan lain hal, ternyata setelah selesai sholat Zhuhur, pada akhirnya mereka melaksanakan sholat Ashar sekalian. Apa yang kayak gini boleh?

Pendapat paling kuat adalah bahwa niat nggak termasuk syarat jamak. Jadi, insya’Allah diperbolehkan.


Sholat Jum’at

Tidak boleh melakukan sholat jamak antara sholat Jum’at dengan Ashar dengan alasan apapun, karena tidak pernah dinukil dari Nabi s’aw kebolehan melakukannya.

Sholat Jum’at tidak bisa disamakan dengan sholat Zhuhur. Sholat Jum’at merupakan ibadah tersendiri.

Spesial untuk musafir, sholat Jum’at memang nggak diwajibkan. Sebagai gantinya, musafir harus melaksanakan sholat Zhuhur secara qashar bersama rombongannya.


Sholat Sunnah

Nabi s’aw saat bersafar tidak melaksanakan sholat-sholat sunnah. Dan Nabi s’aw merupakan sebaik-baik teladan.

Kecuali sholat witir dan sholat fajar. Sholat fajar (qabliyah Shubuh) adalah sholat sunnah rawatib yang dilaksanakan saat sudah memasuki waktu Shubuh, tapi dilaksanakan sebelum sholat Shubuh. Nabi s’aw selalu melaksanakan sholat fajar, walaupun sedang bersafar. [3]

Nabi s’aw bersabda, “Dua rakaat sholat sunnah Shubuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725).


Mengqashar seorang diri

Lantas, gimana kalo kita bersafar seorang diri? 

Syaikh ‘Abdullah ibn ‘Abdul ‘Aziz ibn Ba’z berfatwa, “Jika dia (musafir) hanya seorang diri, dia tidak boleh mengqashar seorang diri, tapi dia wajib sholat bersama jamaah dan menyempurnakan sholatnya. Karena banyak hadits yang menegaskan wajibnya sholat jamaah.” [4]

Teladan dalam sholat berjamaah.
Keterbatasan fasilitas yang ada tak menyurutkan umat muslim di Moskow, Ibukota Rusia, untuk melaksanakan sholat berjamaah, meskipun harus sholat di jalanan diselimuti udara dingin yang menusuk.



Wallahu a’lam.



Catatan :
[1] Batas ini didasari saat Nabi s’aw haji wada’.
[2] “Tidaklah imam ditunjuk kecuali untuk diikuti, maka janganlah kalian menyelisihinya.” {Muttafaq ‘alaih}
[3] Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “ Ketika safar (perjalanan), Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam tetap rutin dan teratur mengerjakan sholat sunnah fajar dan sholat witir melebihi shalat-shalat sunnah yang lainnya. Tidak dinukil dari Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melaksankan shalat sunnah  rawatib selain dua shalat tersebut selama beliau melakukan safar (Zaadul Ma’ad I/315)
[4] Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sungguh aku punya keinginan untuk memerintahkan sholat dan didirikan, lalu aku memerintahkan satu orang untuk jadi imam. Kemudian pergi bersamaku dengan beberapa orang membawa seikat kayu bakar menuju ke suatu kaum yang tidak ikut menghadiri sholat dan aku bakar rumah rumah mereka dengan api.” (HR Bukhari 644,657,2420,7224. Muslim 651 dan lafaz hadits ini darinya).


Referensi :
‘Abdul ‘Aziz ibn ‘Abdullah ibn Ba’z. 2007. Hukum Menjamak Shalat (Fatawa Fii Ahkami Qashar wa Jama’ Shalat). Solo: Pustaka Arafah.
http://almanhaj.or.id/
http://www.fimadani.com/hukum-shalat-berjamaah-5-waktu/ 
'Shalat Sunnah Fajar, Jangan Sampai Ditinggalkan — Muslim.Or.Id'

0 komentar

Sistem Basis Data

Data dan Informasi
 Data : Deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai
 Misal: 6.30 27 6.32 28 6.34 27. Apa artinya?
 Data bisa berupa teks grafik, citra, suara, atau bahkan video
Data dan Informasi
 Informasi : Data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan sesorang yang menggunakan data tersebut (McFadden dkk, 1999)
 Informasi: Data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang (Kadir, 2001)
Basis Data dan Lemari Arsip
 Basis data bisa dibayangkan sebagai lemari arsip dengan berbagai cara pengaturannya
 Basis data dan lemari arsip memiliki prinsip kerja dan tujuan yang sama; prinsipnya yakni pengaturan data/arsip. Tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data/arsip.
Definisi Basis Data
BASIS DATA
 Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah
 Kumpulan data yang salng berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan
 Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan tertentu
Tujuan Pemanfaatan Basis Data
1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)
2. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)
3. Keakuratan (Accuracy)
4. Ketersediaan (Availability)
5. Kelengkapan (Completeness)
6. Keamanan (Security)
7. Kebersamaan (Sharability)
0 komentar

mengenal linux msdos

MENGENAL PERINTAH DASAR DOS DAN KETERANGANNYA

Untuk mengetahui perintah-perintah apa saja yang berlaku di Command Prompt,
cukup ketikkan HELP kemudian tekan Enter. Untuk mengetahui daftar parameter
spesifik untuk perintah tertentu, ketikkan spasi diikuti tanda /? di belakang
perintah utama. Misalnya, untuk mengetahui parameter-parameter apa saja yang
dapat diberikan untuk perintah "DIR", cukup ketikkan "DIR /?" kemudian tekan
Enter.

Di bawah ini diberikan ringkasan daftar perintah-perintah yang dapat digunakan
di Command Prompt, yang penyajiannya dibagi dalam tiga kategori: dasar,
mengenah dan lanjut. Pembagian ini diharapkan dapat memudahkan pembaca yang
masih pemula untuk memilih prioritas perintah-perintah mana yang perlu
dipelajari terlebih dahulu, terutama perintah-perintah yang paling sering
digunakan. Sebenarnya tidak semua perintah disajikan di sini, hanya seingat dan
sesempat penulis saja (halah...).

Perintah dasar:

Perintah-perintah tingkat dasar diperuntukkan bagi yang masih dalam tahap belajar.
1.ATTRIB Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah atribut file
2.CLS Perintah internal. Untuk menghapus layar monitor
3.COPY Perintah internal. Untuk mengkopi file
4.DEL Perintah internal. Untuk menghapus file
5.DIR Perintah internal. Untuk melihat daftar file/folder di folder/direktori
tertentu
6.MD Perintah internal. Untuk membuat direktori/folder baru
7.RD Perintah internal. Untuk menghapus folder (folder kosong)
8.REN Perintah internal. Untuk mengubah nama file/folder
9.TYPE Perintah internal. Untuk melihat isi file

Perintah menengah:

Perintah-perintah tingkat menengah diperuntukkan bagi mereka yang mulai
mempelajari langkah-langkah recovery ringan, seperti format/install ulang, bad
sector recovery.
1.EDIT Perintah eksternal. Untuk mengedit file teks (interaktif)
2.FDISK Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/membuat partisi harddisk
3.FORMAT Perintah eksternal. Untuk memformat disket/harddisk
4.MORE Untuk mencegah tampilan menggulung terus-menerus
5.SYS Eksternal apa internal ya? Yang jelas untuk membuat disket/harddisk jadi
bootable

Perintah tingkat lanjut:

1.DEBUG Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah isi file dalam format
heksadesimal
2.REG Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/menghapus key/value registry
3.TASKKILL Perintah eksternal. Untuk menghentikan/membunuh proses yang sedang
berlangsung
4.TASKLIST Perintah eksternal. Untuk melihat daftar proses yang sedang berlangsung

Perintah-perintah BATCH FILE
@
ECHO
REM

Program-program Utilities
QuickBASIC, PASCAL, TURBO C (bahasa pemrograman, program untuk membuat program)
Partition Magic for DOS (program partisi yang lebih mudah digunakan
dibandingkan FDISK


MELIHAT DAFTAR FILE: "DIR"

Perintah "DIR" berfungsi untuk melihat daftar file/folder yang berada di
direktori atau folder tertentu. Sebenarnya perintah DIR mempunyai banyak sekali
parameter perintah yang dapat kita gunakan untuk membatasi daftar file/folder
yang kita inginkan. Di antaranya, parameter-parameter ini dapat kita gunakan
untuk menentukan file, folder atau file dan folder yang ingin kita lihat di
direktori/folder tertentu, kemudian menentukan apakah kita akan menampilkan
file-file yang hidden atau tidak, kemudian mengurutkan berdasarkan nama,
tanggal, ukuran, dan sebagainya. Untuk mengetahui daftar parameter dan cara
penggunaannya, ketikkan "DIR /?" kemudian tekan Enter.

Melihat daftar file/folder dalam direktori/folder tertentu
DIR (tanpa parameter)

Melihat daftar file saja
DIR /a-d

Melihat daftar folder saja
DIR /ad

Melihat daftar file yang tersembunyi
DIR /a-dh

Melihat daftar folder yang tersembunyi
DIR /adh

Melihat daftar file/folder yang tersembunyi
DIR /ah



MENGETAHUI/MENGUBAH ATRIBUT FILE: "ATTRIB"
Untuk mengetahui daftar parameter untuk perintah "ATTRIB", ketikkan "ATTRIB /?".

Melihat attribut file/folder
Format umum: ATTRIB namafile
Contoh: ATTRIB readme.txt
Untuk melihat attribut dari beberapa file/folder, gunakan wildcards character
(*) pada namafile.


Mengubah attribut file/folder
ATTRIB daftaratribut namafile
Daftar atribut yang valid: H, R, S
Gunakan tanda '-' di depan kode attribut untuk menonaktifkan atribut tertentu,
gunakan tanda '+' untuk mengaktifkan atribut tertentu.

Contoh pemakaian:
Mengubah atribut file README.TXT menjadi hidden
ATTRIB +h README.TXT

Mengaktifkan atribut hidden sekaligus atribut system pada file README.TXT
ATTRIB +h +s README.TXT

Menonaktifkan attribut hidden, read-only dan system pada semua file dalam
direktori aktif (current directory). Kombinasi atribut ini dapat digunakan
untuk memunculkan kembali file-file yang 'disembunyikan', misalnya sebagai
dampak infeksi virus ke komputer:
ATTRIB -h -r -s *.*



1.cd : Pindah direktori.misalnya cd windows,untuk pindah ke direktori windows
2.copy
Meng-copy file
3.copy file1.txt filebaru.txt
Meng-copy file1.txt, nama file hasil copy-an adalah filebaru.txt. Jadi akan terdapat file1.txt dan filebaru.txt dengan isi yang sama. Ganti file1.txt dan filebaru.txt dengan nama file yang akan Anda copy
4.copy file1.txt c:\data
Mengcopy file1.txt ke directory data pada drive C (nama file hasil copy-an adalah file1.txt)
5.copy file1.txt c:\data\filebaru.txt
Meng-copy file1.txt ke directory data dengan nama file hasil copy-an filebaru.txt
6.dir (menampilkan file dan direktory)
7.dir d: (membuka file di direktori d)
8.dir /w
Menampilkan file dan directory secara “singkat” (cuma menampilkan nama file atau directory saja, tidak ada keterangan ekstensi, ukuran file, tanggal dan jam)
Namun pada kesempatan kali ini kita akan hanya mempelajari dasarnya dulu.

1. Cara keluar masuk direktori di MS-DOS
Bisa dilihat bahwa posisi MS-DOS sedang bekerja pada direktori C:\documents and settings\ . Kita bisa masuk atau keluar direktori dengan mengetikan sebuah perintah. Untuk keluar dari direktori ketikan "cd.." (huruf "c" dan "d" serta titik dua kali) sehingga program sekarang akan bekerja pada direktori C:\documents and settings. Jika kita mengetikan perintah "cd.." sekali lagi maka kita akan berada pada direktori "C:\" atau pada Local Disk :C\. Perintah "cd" pada MS-DOS mempunyai arti kepanjangan "current directory".


Tadi kita sudah mempelajari cara keluar dari sebuah direktori, sekarang saya akan mengajarkan cara masuk ke sebuah direktori. Misalkan kita sekarang berada pada direktori C:\ dan ingin masuk ke sebuah direktori. Untuk melihat folder apa saja yang bisa kita masuki pada direktori ini ketikan perintah "dir" yang kepanjangannya adalah "directory". Setelah mengetikan perintah tadi akan ditampilkan daftar-daftar file atau folder yang bisa kita masuki. Dari daftar tersebut kita melihat ada folder Program Files, Documents and settings, Windows, dll. Misalkan kita ingin masuk ke folder Program Files. Maka perintah yang harus diketikan adalah "cd program files" atau lebih jelasnya "cd [nama direktori]" dan kita akan segera masuk ke dalamnya.



2. Cara membuat, menghapus, dan merubah nama folder pada MS-DOS
Nah sekarang kita akan mempelajari cara membuat folder. Caranya sangat mudah sekali. Misalnya kita ingin membuat folder yang bernama "folderku" di direktori C:\Program Files. Pertama-tama kita harus masuk ke direktori C:\Program Files dengan memasukan perintah "cd" dan "dir" yang telah kita pelajari tadi. Setelah program sudah bekerja pada direktori C:\Program Files. Ketikan perintah "md folderku" atau lebih rincinya "md [nama folder]". Md disini mempunyai kepanjangan "make directory". Perlu diperhatikan bahwa usahakan nama folder tidak mengandung spasi karena jika menggunakan spasi, maka program justru akan membuat 2 folder dengan nama yang terpisah itu. Misalnya kita mengetik "md folder aku" nanti justru membuat 2 folder dengan nama "folder" dan "aku. Tetapi jika kita ingin membuat folder dengan nama yang mengandung spasi bisa dengan mengetikan underscore "_". Jika perintah diatas sudah dilakukan maka folder akan segera terbentuk.


Untuk menghapus folder atau direktori juga caranya cukup mudah, hanya dengan cukup mengetikan perintah "rd [nama folder yang ingin dihapus]" misalnya dengan mengetikan "rd folderku" maka folder yang bernama folderku akan segara dihapus. "rd" disini memiliki kepanjangan "remove directory".

Dan satu lagi untuk merubah nama suatu folder caranya juga sangat mudah. Ketikan perintah "ren [nama folder yang ingin dirubah] [nama folder baru yang diinginkan]" lalu tekan enter. Misalnya kita ingin merubah nama folderku menjadi foldermilikku, maka perintah yang harus diketikan adalah "ren folderku foldermilikku" dan setelah itu nama folder akan dirubah.

3. Perintah-perintah lain yang bisa dilakukan di MS-DOS
Banyak sekali perintah yang bisa kita lakukan di MS-DOS. Berikut adalah daftar perintah beserta fungsi yang bisa kita lakukan di MS-DOS.

attrib : melihat atau mengganti atribut file
cd.. : mundur pada direktori sebelumnya
cls : membersihkan layar MS-DOS
cmd : membuka layar MS-DOS yang baru
color : berfungsi merubah warna tulisan MS-DOS
comp : membandingkan isi dua file
copy : menyalin file dari suatu folder ke folder yang lain
date : menampilkan hari dan tanggal
del : menghapus suatu file
dir : melihat program yang ada pada sebuah direktori
diskcomp : membandingkan dua isi disket
diskcopy : menyalin isi sebuah disket ke direktori lain
exit : keluar dari program MS-DOS
md : membuat sebuah folder
move : memindahkan suatu file
print : mencetak sebuah file teks
rd : menghapus suatu folder
ren : merubah nama suatu folder
replace : menumpuk file yang ada
0 komentar

Sistem Basis Data 2

MODEL DATA RELASIONAL

Permodelan Data
• Menyatakan hubungan antar data dalam database
• Ada tiga macam model data dasar
– Hierarkis
– Jaringan
– Relasional
Model Hierarkis
• Dikenal pula sebagai model pohon
• Menggunakan pola hubungan orangtua anak
• Contoh: Information Management System
Model Jaringan
• Disebut juga model CODASYL
• Setiap anak bisa memiliki lebih dari satu orangtua
• Contoh: Integrated Database Management System
Model Relasional
• Merupakan model data yang paling populer
• Menggunakan model berupa tabel berdimensi dua (yang disebut relasi atau tabel)
• Memakai kunci tamu (foreign key) sebagai penghubung dengan tabel lain
Nama Dosen Kelas Mahasiswa
Siti Nurbaya Pengantar Basis Data Rudi
Siti Nurbaya Pengantar Basis Data Asti
Siti Nurbaya Pengantar Basis Data Dina
Siti Nurbaya Pemrograman C Dina
Siti Nurbaya Pemrograman C Edi
Ashadi Matematika I Ita
Ashadi Matematika I Edi

Model Data Relasional
• Data direprentasikan dalam tabel berdimensi dua
• Tiga komponen yang mendasari model data relasional:
– Struktur data
– Pemanipulasi data
– Integritas data



Relasi
• Setiap relasi memiliki kunci primer (primary key)
• Kunci primer adalah atribut atau sejumlah atribut yang menjadi pembeda setiap baris dalam relasi
• Kunci primer biasa dinyatakan dengan garis bawah
Kunci
• Kunci dapat dibedakan menjadi:
1. Kunci sederhana : Terdiri atas sebuah atribut
2. Kunci komposit : Tersusun atas dua atribut atau lebih



Kunci Tamu
• Kunci tamu (foreign key) biasa digunakan sebagai penghubung ke relasi lain

Sifat Relasi
1. Setiap relasi memiliki nama yang unik
2. Setiap isian pada perpotongan baris dan kolom harus bersifat atomik (bernilai tunggal)
3. Setiap baris bersifat unik
4. Setiap atribut memiliki nama yang unik
5. Urutan kolom tidak penting
6. Urutan baris juga tidak penting
Anomali
1. Anomali penyisipan
2. Anomali penghapusan
3. Anomali peremajaan

0 komentar

Definisi Sistem Pakar
Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian, pengalaman, metode khusus, serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat dan memecahkan masalah. Misalnya seorang dokter, penasehat keuangan, pakar mesin mobil, dll.
Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif (meluas) dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada pakar yunior.
Sistem Pakar adalah : Sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli.
Sistem pakar diciptakan tidak untuk menggantikan kedudukan seorang pakar tetapi untuk memasyarakatkan pengetahuan & pengalaman pakar tersebut. Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang dimiliki seorang pakar kedalam komputer, dan kemudian kepada orang lain (nonexpert).
Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut.
Sistem Pakar memberikan banyak keuntungan bagi operasi perusahaan dan manajer, tetapi memiliki keterbatasan significan. Artificial Intelligence merupakan suatu aktivitas untuk menyediakan berbagai mesin seperti komputer dengan menampilkan perilaku dengan penalaran yang cerdas apabila diamati sebagai manusia. Artificial Intelligence menyajikan berbagai aplikasi komputer yang canggih untuk menyamai berbagai jenis penalaran manusia.
SP dikembangkan pertama kali oleh komunitas AI tahun 1960an. SP yang pertama adalah General Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel Simon.

Alasan Penggunaan Sistem Pakar
Terdapat beberapa alasan bagi suatu perusahaan untuk mengadopsi sistem pakar :
a)      Pakar di suatu perusahaan/instansi bisa pensiun, keluar, atau telah meninggal. Suatu aplikasi sistem pakar dapat diperbanyak dan disebarluaskan dengan mudah dan cepat. Hal ini berarti telah memperbanyak jumlah pakar dan memperluas jangkauan aksesnya.
b)      Pengetahuan perlu di dokumentasikan atau dianalisis. Penyimpanan data-data pengetahun ke dalam database dengan lengkap dan terpercaya menyebabkan informasi yang dibutuhkan bisa diakses dalam jangka waktu yang cukup lama.
c)      Sistem pakar memungkinkan pengetahuan ditransfer lebih mudah dengan biaya lebih rendah. Sehingga seseorang yang berkonsultasi dengan sistem tersebut seolah-olah berkonsultasi dengan pakar aslinya
d)     Sistem Pakar dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan diberbagai lokasi. Efisiensi waktu, namun sistem atau orang biasa/awam yang terlibat di dalamnya bekerja layaknya sang pakar.
e)      Secara otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan
seorang pakar.
f)       Seorang Pakar mahal dan langka Efisiensi kerja, karena sistem biaya yang dikeluarkan untuk perancangan, implementasi dan perawatan (maintenance) sistem pakar relatif lebih murah dan tidak mengenal sifat lelah/lupa dll. Hal ini berimbas pada meningkatnya produktivitas dan kinerja perusahaan.
g)      Efisiensi waktu, namun sistem atau orang biasa/awam yang terlibat di dalamnya bekerja layaknya sang pakar.
h)      Penyimpanan data-data pengetahun ke dalam database dengan lengkap dan terpercaya menyebabkan informasi yang dibutuhkan bisa diakses dalam jangka waktu yang cukup lama. Sehingga seseorang yang berkonsultasi dengan sistem tersebut seolah-olah berkonsultasi dengan pakar aslinya.
i)        Dimungkinkan terjadinya penyatuan kemampuan sistem pakar yang satu dengan yang lainnya, sehingga membuat kualitas hasil lebih meningkat sehingga seolaholah seorang user berkonsultasi dengan banyak pakar.
j)        Efisiensi kerja, karena sistem biaya yang dikeluarkan untuk perancangan, implementasi dan perawatan (maintenance) sistem pakar relatif lebih murah dan tidak mengenal sifat lelah/lupa dll. Hal ini berimbas pada meningkatnya produktivitas dan kinerja perusahaan.
  Suatu aplikasi sistem pakar dapat diperbanyak dan disebarluaskan dengan mudah dan cepat. Hal ini berarti telah memperbanyak jumlah pakar dan memperluas jangkauan aksesnya.

  Perbandingan Seorang Ahli (Human Expert) dengan Sistem Pakar (ES)
Faktor
Human Expert
Expert System
Time Availability
Hari Kerja
Setiap saat
Geografis
Lokal/tertentu
Dimana saja
Keamanan
Tidak tergantikan
Dapat diganti
Perishable/Dapat habis
Ya
Tidak
Performansi
Variabel
Konsisten
Kecepatan
variabel
Konsisten & lebih cepat
  Biaya
  Tinggi
  Terjangkau

Perbandingan Sistem Konvensional dan Sistem Pakar
Sistem Konvensional
Sistem Pakar
Informasi dan pemrosesan umumnya digabung dlm satu program sequential
Knowledge base terpisah dari mekanisme pemrosesan (inference)
Program tidak pernah salah (kecuali programer-nya yang salah)
Program bisa saja melakukan kesalahan
Tidak menjelaskan mengapa input dibutuhkan atau bagaimana hasil diperoleh
Penjelasan (explanation) merupakan bagian dari ES
Membutuhkan semua input data
Tidak harus mambutuhkan semua input data atau fakta
Perubahan pada program merepotkan
Perubahan pada rules dapat dilakukandengan mudah
Sistem bekerja jika sudah lengkap
Sistem dapat bekerja hanya dengan rules yang sedikit
Eksekusi secara algoritmik (step-by-step)
Eksekusi dilakukan secara heuristic dan logik

Sistem Konvensional
Sistem Pakar
Manipulasi efektif pada database yang besar
Manipulasi efektif pada knowledge-base yang besar
Efisiensi adalah tujuan utama
Efektifitas adalah tujuan utama
Data kuantitatif
Data kualitatif
Representasi data dalam numerik
Reperesentasi pengetahuan dalam simbol
Menangkap, menambah dan mendistribusi data numerik atau informasi
Menangkap, menambah dan mendistribusi pertimbangan (judgment) dan pengetahuan

Pengembangan Sistem Pakar
Pengembangan sistem pakar dibagi menjadi dua generasi :
1.      Sistem pakar generasi pertama menggunakan aturan jika-maka untuk merepresentasikan dan menyimpan pengetahuannya.
2.      Sistem pakar generasi kedua jauh lebih fleksibel dalam mengadopsi banyak representasi pengetahuan dan metode pertimbangan.
Pengalihan keahlian dari para ahli ke media elektronik seperti komputer untuk kemudian dialihkan lagi pada orang yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar. Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu:
1.      Tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya),
2.      Representasi pengetahuan (ke komputer),
3.      Inferensi pengetahuan, dan
4.      Pengalihan pengetahuan ke user.
Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut sebagai basis pengetahuan, yaitu: fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan). Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan tersedia program yang mampu mengakses basis data, maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine). Dan setiap sub sistem mempunyai sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi sistem tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

Tujuan pengembangan Sistem Pakar adalah :
a)      Mempermudah kerja tenaga ahli
b)      Mengganti tenaga ahli
c)      Menggabungkan kemampuan tenaga ahli
d)     Training tenaga ahli
e)      Mengurangi resiko pada pekerjaan yang berbahaya
f)       Menyediakan ahli pada bidang pekerjaan “kering”

Kunci Sukses Mengembangkan ES
•   Koordinir pengembangan ES dengan perencanaan strategis
 • Definisikan masalah dengan jelas untuk dipecahkan dan memahami domain masalah
• Memberikan perhatian tertentu pada kelayakan etika dan hukum dari kelayakan sistem yang diusulkan
•   Memahami perhatian dan ekspektasi pemakai  mengenai sistem.
•   Menggunakan teknik manajemen yang dirancang untuk mempertahankan pengembang.


Komponen atau Bagain Utama Sistem Pakar
a.      User Interface (Antarmuka Pemakai)
Antarmuka pemakai, memungkinkan pemakai untuk berinteraksi dengan expert system. User interface digunakan manajer untuk meng-enter instruksi dan informasi ke dalam sistem pakar dan menerima informasi dari sistem pakar.
a)      Input Sistem Pakar
User interface dirancang untuk mempermudah dialog dua arah antara sistem dan pemakai dengan menmpilkanteknik tanya jawab dan pengisian formulir kemudian muncul bahasa perintah dan menu elektronik dan sistem manajemen data base.
b)      Output Sistem pakar
Sistem pakar dirancang untuk menyarankan pemecahan.

b.      Knowledge Base (basis pengetahuan)
Knowledge Base berisi pengetahuan-pengetahuan (pengetahuan gabungan)  dalam memahami, merumuskan, dan penyelesaian masalah. Knowledge Base adalah bagian dari sistem pakar yang berisi domain pengetahuan.
Knowledge base terdiri dari fakta yang menggambarkan area problem atau problem domain dan juga teknik penyajian yang menggunakan fakta sesuai logika. Domain pengetahuan seorang pakar pada dasarnya adalah spesifik terhadap domain masalah.
c.        Inference Engine (mesin inferensi)
Inference engine bertugas untuk menganalisis pengetahuan, memberikan kemampuan penalaran dan menarik kesimpulan berdasarkan knowledge base.
d.      Development Engine
Komponen yang digunakan untuk mengolah sistem pakar, terdiri dari bahasa pemrograman.









    

 Model Sistem Pakar

model sistem pakar







Semua Sistem Pakar terdiri dari sebuah alat penghubung (input dan output), suatu database, suatu dasar pengetahuan, dan suatu mekanisme kesimpulan. Lebih dari itu, pengembangan Sistem Pakar pada umumnya berproses melalui beberapa tahap yang mencakup pemilihan masalah, didapatnya pengetahuan, penyajian pengetahuan, programming, evaluasi dan pengujian.
Bagian dari  Sistem Pakar yang menarik adalah kemampuan perangkat lunak untuk meninjau ulang suatu konsultasi dan menyediakan suatu penjelasan kepada pemakai bagaimana caranya memperoleh kesimpulan. Fungsi penjelasan yang sangat utama adalah suatu catatan yang  menyangkut proses pemikiran yang digunakan oleh tenaga ahli untuk memecahkan masalah itu. Sistem Pakar menyediakan suatu pemahaman yang lebih baik bagaimana kesimpulan dicapai sehingga kepercayaan pemakai akan lebih besar dalam  mengambil kesimpulan menggunakan Sistem Pakar. Akumulasi fakta akan diperkenalkan  ketika suatu penjelasan diminta. Biasanya penjelasan yang diminta yaitu bagian dari perangkat lunak atau bagian luar dari pengembangan.
Tools perangkat lunak yang dikembangkan memberikan keleluasaan pada perekayasa pengetahuan untuk memasukkan himpunan aturan pada basis pengetahuan, dan diperolehnya suatu solusi berdasarkan basis pengetahuan yang ada. Sehingga Tools Sistem Pakar yang dibuat dalam penelitian ini dapat digunakan untuk memecahkan berbagai macam domain permasalahan.
Mesin informasi di atas merupakan mesin yang dapat berpikir dengan cermat dan tepat untuk pencapaian suatu keputusan yang diambil melalui pengetahuan, yakni komputer. Jadi Sistem Pakar dapat kita definisikan sebagai suatu sistem perangkat lunak yang menggunakan ilmu, fakta dan teknik berpikir dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang biasanya hanya dapat diselesaikan oleh tenaga kerja ahli dalam bidang yang bersangkutan. Ahli disini melakukan pemindahan ilmu pengetahuan (akuisisi ilmu pengetahuan) yang dia miliki kepada suatu sistem yang di berada pada sebuah perangkat lunak komputer. Sistem Pakar ini sudah banyak di gunakan untuk membantu manusia dalam bidang manajerial.
v  Bentuk pengetahuan :
-          fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu
-          teori-teori pada lingkup masalah tertentu
-          prosedur-prosedur berkenaan dengan lingkup masalah tertentu
-          strategi-strategi global untuk menyelesaikan masalah
-          meta-knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan)

Pengetahuan di dalam Sistem Pakar
 Pengetahuan yang  digunakan untuk memecahkan suatu masalah harus dipaparkan sehingga dapat digunakan untuk menuliskan kode ke dalam komputer dan kemudian dapat dilakukan  pengambilan keputusan oleh Sistem Pakar. Ada berbagai metode formal untuk mewakili pengetahuan dan pada umumnya karakteristik dari suatu masalah tertentu akan menentukan teknik penyajian yang sesuai mempekerjakan.
Dasar pengetahuan salah satunya didapatkan dari  aturan produksi perusahaan. Aturan ini terdiri dari suatu pendapat atau kondisi yang diikuti oleh suatu kesimpulan atau tindakan (contoh : IF kondisi THEN tindakan). Aturan produksi mengijinkan hubungan dasar pengetahuan untuk dipecahkan ke dalam unit yang dapat dikendalikan. Suatu dasar pengetahuan yang terdiri dari ratusan atau beribu-ribu aturan dapat menyebabkan suatu masalah dengan organisasi dan manajemen  aturan itu. Pengaturan visualisasi dan aturan saling behubungan, mereka dapat dipenuhi sampai jaringan ketergantungan.
Sepanjang konsultasi aturan dasar, dikemukakan  kondisi-kondisi yang dapat memuaskan  pemakai. Operasi ini dilakukan oleh mesin pengambil  kesimpulan. Suatu ketika semua kondisi-kondisi ( yaitu. IF bagian-bagian dari aturan) dari suatu aturan sesuai, aturan dieksekusi dan kesimpulan yang sesuai ditarik. Berdasarkan  Atas kesimpulan dan fakta yang diperoleh selama konsultasi, mekanisme kesimpulan menentukan pertanyaan yang (mana)  akan ditanyakan dan di pesan apa yang ditampilkan. Ada berbagai metoda inferencing tersedia untuk melaksanakan tugas pencarian, menyesuaikan, dan eksekusi. Suatu karakteristik Sistem Pakar yang berbeda dari perangkat lunak konvensional adalah kemampuan mereka untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan data.
Dalam sepuluh tahun terakhir, perangkat lunak komputer berbasis kecerdasan buatan yang disebut Sistem Pakar sudah menerima banyak perhatian. Karena perangkat lunak ini sudah banyak di gunakan untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan didalam suatu bidang. Contohnya  meliputi sistem komputer disain, perbaikan lokomotif, dan cloning Gen.
Pada jaman sekarang ini perangkat lunak komputer yang paling sering digunakan adalah suatu Sistem Pakar yang memiliki friendly user interface. Interface ini tidak membuat kerja sistem itu menjadi lambat, tetapi dapat memungkinkan user yang tidak memiliki pengalaman  untuk mengetahui permasalahan, pemecahan dan dapat menarik kesimpulan dari sistem itu.

Membuat Sistem Pakar lebih mudah digunakan
Ya atau tidaknya sebuah Sistem Pakar mencapai sukses mungkin ditentukan oleh sifat alami alat penghubung pemakainya. Ini adalah bagian dari  Sistem Pakar yang saling berhubungan dengan pemakai. Bahkan Sistem Pakar yang paling kuat tidak akan diterapkan jika sistem itu memerlukan terlalu banyak usaha pada pihak pemakai. Oleh sebab itu, penting untuk membuat komputer semudah mungkin untuk dipakai oleh pemakai ketika  beroperasi. Hampir semua perangkat lunak pengembangan modern menawarkan kapasitas yang saling berhubungan antara sistem grafik dan teks.
Sistem Pakar sebagai kecerdasan buatan, menggabungkan pengetahuan dan fakta-fakta serta teknik penelusuran untuk memecahkan permasalahan yang secara normal memerlukan keahlian dari seorang pakar. Tujuan utama pengembangan sistem pakar adalah mensubtitusikan pengetahuan dan pengalaman pakar di berbagai bidang seperti bidang pertanian, kelautan, bisnis, pendidikan, ilmu pengetahuan, telekomunikasi, geologi dan meteorologi, kesehatan dan pengobatan, komunikasi dan transportasi.
Sistem pakar akan menjadi layaknya seorang pakar di dalam bidang tertentu sesuai kebutuhan manusia. Sistem pakar juga merupakan perkembangan dunia teknologi mutakhir, yang membuat manusia/pengguna mendapatkan informasi dan panduan pada saat yang diperlukan, selain juga dapat menghemat biaya.



Ciri-ciri Sistem Pakar
Ciri-ciri Sistem Pakar adalah :
a)      Memiliki fasilitas informasi yang handal
b)      Mudah dimodifikasi
c)      Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer
d)     Memilki kemampuan untuk belajar beradaptasi.
e)      Bekerja secara sistematis berdasarkan pengetahuan dan mekanisme tertentu.
f)       Pengambilan keputusan berdasarkan kaidah-kaidah tertentu dan dapat merespons masukkan user (melalui kotak dialog).
g)      Dapat menalar data-data yang tidak pasti dan memberikan beberapa alasan pemilihan.
h)      Dikembangkan secara bertahap dan terbatas pada bidang keahlian tertentu saja.
i)        Outputnya berupa saran atau anjuran.

Bentuk SP :
-           Berdiri sendiri. Sistem jenis ini merupakan s/w yang berdiri sendiri tidak tergabung dengan s/w lain.
-           Tergabung. Sisetm ini merupakan bagian program yang terkandung di dalam suatu algoritma (konvensional) .
-           Menghubungkan ke s/w lain. Bentuk ini biasanya merupakan SP yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu, misalnya DBMS.
-           Sistem mengabdi. Sistem ini merupakan bagian dari computer khusus yang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu.


Keuntungan dan Kelemahan Sistem Pakar
1.      Keuntungan SP :
1.      Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
2.      Menyederhanakan pekerjaan dan meningkatnya efisiensi kerja
3.      Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
4.      Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
5.      Meningkatkan output dan produktivitas
6.      Meningkatkan kualitas
7.      Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar
8.      Mampu beroperasi dalam lingkungan berbahaya
9.      Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan
10.  Memiliki realibilitas
11.  Meningkatkan kapabilitas system computer
12.  Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian
13.  Sebagai media pelengkap dalam pelatihan
14.  Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah
15.  Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan

v  Keuntungan Sistem Pakar Bagi Manajer
•   Mempertimbangkan lebih banyak alternatif
•   Menerapkan logika tingkat tinggi
• Mempunyai lebih banyak waktu untuk mengevaluasi aturan pengambilan keputusan
•    Logika Konsisten
v  Keuntungan Sistem Pakar Bagi Perusahaan
• Kinerja Lebih baik dari tim manajemen
• Mempertahankan sumber daya pengetahuan perusahaan

Dalam kaitannya dengan proses pengambilan keputusan, beberapa manfaat yang dapat diberikan oleh sistem pakar kepada manajer perusahaan antara lain :
• Solusi
Aternatif solusi yang dihasilkan melalui sistem pakar umumnya lebih banyak, lebih beralasan dengan beberapa pertimbangan teknis, penyajiannya lebih sistematis dan terkadang dilengkapi fitur-fitur tambahan seperti grafik, diagram dan alat-alat penunjang lainnya sehingga lebih merepresentasikan keadaan sebenarnya. Hal ini sangat diperlukan oleh seorang manajer mengingat keputusan yang diambil berbasis multi-kriteria.
• Logika
Penerapan logika pada kode-kode program dimungkinkan dalam tingkatan yang cukup rumit sekalipun. Hal serupa apabila dibebankan kepada manusia, maka akan membutuhkan waktu yang lama dengan kemungkinan kesalahan analisa dan faktor-faktor kelemahan manusiawi lainnya yang cenderung tinggi. Sistem pakar memberikan hasil dalam waktu yang cepat melalui penalaran yang terstruktur.
• Waktu
Cepatnya hasil analisa dikeluarkan oleh suatu aplikasi sistem cerdas membuat para pengambil keputusan memiliki waktu yang banyak untuk mengevaluasi hasil keluaran sistem tersebut. Hal ini tentunya cukup membantu mempercepat kerja manajer khusunya dan perusahaan umumnya.
• Konsisten.
Keputusan yang dihasilkan akan lebih konsisten dan terarah, mengingat bahwa algoritma yang digunakan dalam pengeksekusian data adalah tetap dan konsisten.

2.      Kelemahan SP :
1.      Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal
2.      Sulit dikembangkan. Hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dalam bidangnya.
Sistem pakar hanya dapat menangani pengetahuan yang konsisten. Sistem pakar dirancang dengan aturan-aturan yang hasilnya sudah pasti dan konsisten sesuai dengan alur di diagram pohonnya. Untuk pengetahuan yang cepat berubah-rubah dari waktu ke waktu, maka knowledge base di sistem pakar harus selalu diubah, yang tentu cukup merepotkan.
3.      System pakar tidak 100% bernilai benar.
Sistem pakar tidak dapat menangani hal yang bersifat judgement (Pertimbangan atau intuisi). Sistem pakar memberikan hasil yang pasti, sehingga keputusan akhir pengambilan keputusan jika melibatkan kebijaksaaan dan institusi masih tetap di tangan manajemen.

Kategori Problema Sistem Pakar
Kategori Problema Sistem Pakar secara umum :
1.      Interpretasi : membuat kesimpulan atau deskripsi dari sekumpulan data mentah. Pengambilan keputusan dari hasil observasi, termasuk pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal, dll
2.      Prediksi : memproyeksikan akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-situasi tertentu. Contoh : prediksi demografi, prediksi ekonomi, dll.
3.      Diagnosis : menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang didsarkan pada gejala-gejala yang teramati diagnosis medis, elektronis, mekanis, dll.
4.      Perancangan (Desain): menentukan konfigurasi komponen-komponen sistem yang cocok dengan tujuan-tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala - kendala tertentu. Contoh : perancangan layout sirkuit , bangunan.
5.      Perencanaan : merencanakan serangkaian tindakan yang akan dapat mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu. Contoh : perencanaan keuangan, militer, dll
6.      Monitoring : membandingkan hasil pengamatan dengan kondisi yang diharapkan. Contoh : computer aided monitoring system
7.      Debugging : menentukan dan menginterpretasikan cara-cara untuk mengatasi malfungsi. Contoh : memberikan resep obat terhadap kegagalan
8.      Instruksi : mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman domain subyek. Contoh : melakukan instruksi untuk diagnosis, debugging dan perbaikan kinerja
9.      Kontrol : mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks. Contoh : melakukan kontrol terhadap interpreasi, prediksi, perbaikan dan monitoring kelakukan sistem.

Domain expert
      Orang yang memiliki ketrampilan ( skill) dan pengetahuan (knowledge) untuk menyelesaikan masalah khusus dengan cara-cara yang superior dibanding orang kebanyakan.
      Memiliki pengetahuan kepakaran
      Memiliki ketrampilan problem-solving yang efisien
      Dapat mengkomunikasikan pengetahuan
      Dapat menyediakan waktu
      Dapat bekerja sama

Knowledge Engineer
      Orang yang melakukan proses disain, mengembangkan dan menguji suatu sistem pakar
      Memiliki ketrampilan rekayasa pengetahuan (knowledge engineering)
      Memiliki ketrampilan komunikasi yang baik
      Dapat menyesuaikan masalah kepada software
      Memiliki ketrampilan pemrograman sistem pakar

End-User
      Dapat membantu mendefinisikan spesifikasi interface
      Dapat membantu proses akuisisi pengetahuan
      Dapat membantu proses pengembangan sistem

Contoh Aplikasi dan Pengembangannya (Contoh) Sistem Pakar
  1. Dendral : Mengidentifikasi struktur organik tak dikenal melalui analisa spektrum massa dan ilmu kimia
  2. Mycin: Identifikasi bakteri penyebab infeksi dan merekomendasikan antiobiotik dengan dosis yang disesuaikan dengan berat tubuh pasien. Dirancang oleh Edward Feigenbaum (Universitas Stanford) th ’70 an.
  3. Dipmeter Advisor: Digunakan oleh Schlumberger untuk analisis data dalam pengeboran minyak.
  4. XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar. Dikembangkan oleh Digital Equipment Corporation (DEC) dan Carnegie Mellon Universitas (CMU), akhir ’70 an. Untuk sistem komputer DEC VAC 11 1780
  5. Sophie : Analisis sirkit elektronik
  6. Prospector : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit. Didesign oleh Sheffield Research Institute, akhir ‘70an
  7. Folio : Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi.
  8. Delta : Pemeliharaan lokomotif listrik disel. Didesign & dikembangkan oleh General Electric Company.
  9. YESMVS : Membantu operator komputer & mengontrol sistem operasi MVS (multiple virtual storage). Didesign oleh IBM awal th ‘80an
  10. ACE : SP troubleshooting pd sistem kabel telpon. Didesign & dikembangkan oleh AT&T Bell Lab awal th ‘80an

v  Contoh Aplikasi Sistem Pakar
Aplikasi Sederhana: Sistem Pakar Bengkel Mobil
Ini adalah contoh Sistem Pakar sederhana, yang bertujuan untuk mencari apa yang salah sehingga mesin mobil pelanggan yang tidak mau hidup, dengan memberikan gejala-gejala yang teramati. Anggap Sistem Pakar kita memiliki aturan-aturan berikut:
1.      JIKA mesin_mendapatkan_bensin DAN starter_dapat_dihidupkan MAKA ada_masalah_dengan_pengapian
2.      JIKA TIDAK BENAR starter_dapat_dihidupkan DAN TIDAK BENAR lampu_menyala MAKA ada_masalah_dengan_aki
3.      JIKA TIDAK BENAR starter_dapat_dihidupkan DAN lampu_menyala MAKA ada_masalah_dengan_starter
4.      JIKA ada_bensin_dalam_tangki_bahan_bakar MAKA mesin_mendapatkan_bensin
      Terdapat 3 masalah yang mungkin, yaitu: ada_ masalah_ dengan _pengapian, ada_ masalah_ dengan_ aki dan ada_ masalah_ dengan_ starter. Dengan sistem terarah-tujuan (goal-driven), kita hendak membuktikan keberadaan setiap masalah tadi.
Pertama, Sistem Pakar berusaha untuk membuktikan kebenaran ada_masalah_dengan_pengapian. Di sini, aturan 1 dapat digunakan, sehingga Sistem Pakar akan menset goal baru untuk membuktikan apakah mesin_mendapatkan_bensin serta starter_dapat_dihidupkan. Untuk membuktikannya, aturan 4 dapat digunakan, dengan goal baru untuk membuktikan mesin_mendapatkan_bensin. Karena tidak ada aturan lain yang dapat digunakan menyimpulkannya, sedangkan sistem belum memperoleh solusinya, maka Sistem Pakar kemudian bertanya kepada pelanggan: “Apakah ada bensin dalam tangki bahan bakar?”. Sekarang, katakanlah jawaban klien adalah “Ya”, jawaban ini kemudian dicatat, sehingga klien tidak akan ditanyai lagi dengan pertanyaan yang sama.
Nah, karena sistem sekarang sudah dapat membuktikan bahwa mesin mendapatkan bensin, maka sistem sekarang berusaha mengetahui apakah starter_dapat_dihidupkan. Karena sistem belum tahu mengenai hal ini, sementara tidak ada aturan lagi yang dapat menyimpulkannya, maka Sistem Pakar bertanya lagi ke klien: “Apakah starter dapat dihidupkan?”. Misalkan jawabannya adalah “Tidak”, maka tidak ada lagi aturan yang dapat membuktikan ada_masalah_dengan_pengapian, sehingga Sistem Pakar berkesimpulan bahwa hal ini bukanlah solusi dari problem yang ada, dan kemudian melihat hipotesis berikutnya: ada_masalah_dengan_aki. Sudah diketahui (dibuktikan) bahwa mesin tidak dapat distarter, sehingga yang harus dibuktikan adalah bahwa lampu tidak menyala. Sistem Pakar kemudian bertanya: “Apakah lampu menyala?”. Misalkan jawabannya adalah “Tidak”, maka sudah terbukti bahwa ada masalah dengan aki.
Sistem ini mungkin berhenti sampai di sini, tetapi biasanya ada kemungkinan terdapat lebih dari satu solusi (misalnya terdapat lebih dari satu kerusakan), atau ada kemungkinan terdapat solusi lain yng lebih tepat, sehingga biasanya semua hipotesis diperiksa kebenarannya. Sistem Pakar ini kemudian mencoba membuktikan bahwa ada_masalah_dengan_starter, namun dari fakta yang sudah diperoleh, yaitu lampu tidak menyala, maka pembuktiannya menjadi gagal. Dengan demikian solusi yang diberikan oleh Sistem Pakar adalah ada masalah dengan aki.
Secara lengkap, interaksi antara Sistem Pakar dengan klien mungkin seperti ini:
System Pakar: Apakah ada bensin dalam tangki bahan bakar?
Klien: Ya
System Pakar: Apakah starter dapat dihidupkan?
Klien: Tidak
System Pakar: Apakah lampu menyala?
Klien: Tidak
System Pakar: Saya berkesimpulan bahwa ada masalah dengan aki
Fasilitas Penjelasan
Kebanyakan Sistem Pakar mempunyai fasilitas penjelasan yang mengijinkan klien untuk bertanya mengapa dia diberi suatu pertanyaan atau bagaimana dapat mencapai suatu kesimpulan. Pertanyaan dari klien tersebut dijawab dengan mengacu pada goal, aturan yang dipakai, dan data-data yang ada. Contoh pemakaian fasilitas penjelas dalam Sistem Pakar di atas dapat dilihat pada percakapan berikut:
System Pakar: Apakah ada bensin dalam tangki bahan bakar?
Klien: Ya
System Pakar: Apakah starter dapat dihidupkan?
Klien: Tidak
System Pakar: Apakah lampu menyala?
Klien: Mengapa?
System Pakar: Saya mencoba membuktikan bahwa ada masalah dengan aki. Sudah ditunjukkan adalah tidak benar starter dapat dihidupkan. Sehingga jika tidak benar bahwa lampu menyala, maka ada masalah dengan aki. Apakah lampu menyala?
Klien: Tidak
System Pakar: Saya berkesimpulan bahwa ada masalah dengan aki
Klien: Bagaimana bisa?
System Pakar: Hal ini sesuai dengan aturan no 2: JIKA TIDAK BENAR starter_dapat_dihidupkan DAN TIDAK BENAR lampu_menyala MAKA ada_masalah_dengan_aki bahwa tidak benar starter_dapat_dihidupkan sudah dijawab, bahwa tidak benar lampu_menyala sudah dijawab, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada_masalah_dengan_aki.

Fasilitas penjelasan berhubungan dengan pencatatan aturan apa saja yang digunakan untuk mengambil kesimpulan, dan menggunakan catatan tersebut untuk menyusun penjelasan. Pembangkitan penjelasan sederhana seperti contoh di atas bukanlah persoalan yang sulit, namun pemahaman klien terhadap penjelasan tersebut tidaklah sama, sehingga seringkali klien tetap tidak mengerti maksudnya. Hal ini karena biasanya penjelasan hanya meliputi pengetahuan yang dangkal atau hanya permukaan saja sebagaimana tercantum dalam autran yang dipunyai, bukannya pengetahuan yang mendalam yang mendasari aturan tersebut. Dalam contoh di atas, Sistem Pakar hanya mengatakan bahwa hal ini sesuai dengan aturan no 2, tetapi tidak menjelaskan secara lebih detil mengenai aturan 2 tersebut. Mungkin klien perlu diberi pengertian bahwa lampu dan starter dua-duanya menggunakan aki untuk menyalakannya. Hal penting lain adalah ketika klien gagal mengerti atau menerima penjelasan yang diberikan, biasanya Sistem Pakar tidak dapat memberi penjelasan dengan cara lain (tidak begitu halnya dengan seorang pakar yang mampu menggunakan kalimat yang lain untuk mencoba menjelaskannya).
2. Eliza
Eliza adalah salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program komputer terapis yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis. Berikut ini adalah contoh percakapan antara Eliza dengan seorang klien:
Eliza: Hello. I am ELIZA. How can I help you?
Klien: My name is Balza.
Eliza: I have told you before, I do not care about names.
Klien: I don’t have any money. That’s my problem.
Eliza: Why do you say your problem?
Klien: Because you asked me.
Eliza: Do any other reasons not come to mind?
Klien: No.
Eliza: You are being a bit negative.
Klien: Why?
Eliza: Please go on.
Klien: OK. I am bankrupt.
Eliza: How long have you been bankrupt?
Klien: A year.
Eliza: Please go on.
Klien: So, what should I do?
Eliza: Does that question interest you?
Klien: Yes, how can I make big money?
Eliza: You are sure?
Klien: Of course I’m sure.
...
3. Parry
Parry adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid. Berikut ini contoh respon Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater yang menginterviunya.
Psikiater: Why are you in the hospital?
Parry: I shouldn't be here.
Psikiater: Who brought you here?
Parry: The police.
Psikiater: What trouble did you have with the police?
Parry: Cops don't do their job.
Psikiater: What do they do instead?
Parry: Cops arrest the wrong people.
Psikiater: They arrest the right ones sometimes
Parry: The law should get those Italian crooks.
Psikiater: Are you Italian?
Parry: My background is British but I was born in this country.
Psikiater: Do you know any Italian crooks?
Parry: I try to avoid the underworld.
...

 
;