Jumat, 08 Februari 2013

Strategi Manajemen Kereta Api Persero Indonesia


A.    LATAR BELAKANG

Dalam menghadapi era perdagangan bebas kini, perusahaan harus mengembangkan strategi pemasarannya agar tetap bertahan ditengah-tengah gelombang persaingan untuk memasuki pasar yang cukup tinggi. Dan satu yang perlu diingat dalam persaingan pasar oleh perusahaan adalah konsumen, perlu disadari bahwa perubahan gaya hidup saat ini menyebabkan konsumen juga mempunyai cara sendiri dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Tentu setiap perusahaan dalam memasarkan produknya tentu menerapkan berbagai strategi pemasaran. Kegiatan pemasaran pada intinya memfokuskan diri pada produk, penerapan harga, kebijakan distribusi dan cara promosi, dan lainnya yang menyangkut tentang suatu strategi dalam memesarkan produknya. Strategi tentu harus mampu memberikan konstribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan yaitu penigkatan penjualan.
Begitu juga dengan yang dialami oleh perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), yang mana persaingan yang cukup ketat ini menuntut perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berfikir lebih tajam mengenai strategi pemasaran. Dengan ini menuntut perusahaan selalu berinovasi terhadap productnya.
            PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan perusahaan transportasi jasa yang langsung memberikan pelayanan transportasi darat, yaitu kereta api yang membantu memperlancar aktivitas. Dimana, kereta api menjadi salah satu alat transportasi yang paling banyak konsumennya. Terutama dapat dilihat di kota-kota besar, tentu banyak konsumen yang menggunakan jasa transportasi kereta api dalam melakukan perjalanannya.
Dimana, kapasitas angkut penumpang yang disediakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Jawa dan Sumatera adalah sebanyak 106.638 tempat duduk per hari dengan rasio kelas eksekutif (15%), bisnis (27%), dan ekonomi (59%). Bila tempat duduk dikaitkan dengan jarak tempuh, maka total kapasitas melambung menjadi sebanyak 41.528.450 tempat duduk per kilometer per hari dengan rasio kelas eksekutif (17%), kelas bisnis (25%), dan kelas ekonomi (58%).
            Dilihat dari rasio kapasitas penumpang. Untuk itu, pada perusahaan yang bergerak dibidang transportasi banyak tantangan yang harus dihadapi, yaitu bagaimana langkah-langkah strategi pemasaran yang tepat. Oleh sebab itu perusahaan harus berupaya bagaimana penyampaian jasa melalui produk (tiket) dapat mempermudah dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu upayanya adalah mengkombinasikan empat variabel pemasaran yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi.

B.     RUMUSAN MASALAH
            Apa pengetian pemasaran dan strategi pemasaran itu serta Bagaimana strategi pemasaran PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam menghadapi persaingan?

C.  TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah;
1.   Untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh PT. KAI (Persero) dalam menghadapi persaingan.
2.   Untuk melengkapi tugas sebelum MID semester.





D. PEMBAHASAN

a.       Pengertian pemasaran

Seperti yang kita ketahui didalam melakukan kegiatan pertukaran atau perdagangan tentunya memerlukan konsep pemasaran. Pemasaran termasuk salah satu aktivitas yang dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaannya. Tujuan aktivitas pemasaran adalah untuk meningkatkan penjualan yang dapat menghasilkan laba dengan cara memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Perusahaan tentunya akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya guna mendaptkan laba dari proses pertukaran tersebut.
Pemasaran tidak sekedar menyampaikan produk dari perusahaan kepada konsumen, tapi lebih dari itu. Proses pemasaran mencakup segmentasi pasar, menentukan target konsumen yang berpotensi menggunakan produk perusahaan, memilih dan menetapkan posisi pada pasar sasaran. Pada saat ini umumnya perusahaan yang dapat bertahn di pasar yang semakin kuat prsaingannya, karena memiliki satu kesamaan yaitu focus kepada konsumen (Customer Oriented)  dan sangat berkomitmen pada pemasaran.
Definisi pemasaran menurut Kotler yang diterjemahkan oleh Hendra Teguh, dkk (200,p.9) adalah : “ Suatu proses social dan manajerial dimana individu atau kelompok dapat memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.”


Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran lebih berurusan dengan pelanggannya yang selanjutnya akan berdampak pada penciptaan loyalitas terhadapa produknya. Memahami, menciptakan, mengkomunikasikan dan memberikan nilai serta kepuasan kepada konsumen adalah inti dari pemikiran dan praktek pemasaran. Strategi pemasaran yang tepat tentu saja akan memberikan kekuatan kepada perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan lainnya, sehingga dapat memberikan keuntungan kepada perusahaan tersebut dan untuk membantu perusahaan tersebut bertahan di pasar yang semakin ketat persaingannya.

b.      Pengertian Strategi Pemasaran

    Pengertian Bauran Pemasaran menurut Kotler (1991:68) mengemukakan bahwa “ Marketing Mix  is the set of marketing tools that firm uses to pursue its marketing objectives in the target market"
              Artinya, Bauran Pemasaran adalah suatu bagian dari alat pemasaran dimana digunakan pada suatu badan usaha untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam pasar sasaran dan dapat memuaskan keinginan dari konsumen. Empat alat tersebut adalah : produk, harga, saluran distribusi, dan promosi.





c.       Strategi Pemasaran PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

a.       Product
Strategi Produk yang dilakukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero):
-           Basic Comfort Kereta, dalam hal basic comfront yang maksud ialah Pemenuhan standar kenyamanan bagi penumpang. Sehingga penumpang diberikan fasilitas –fasilitas agar tetap nyaman selama melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api. Misalnya di berikan fasilitas AC , hiburan, kipas angin, kebersihan dll.

-           Pemenuhan SF Gapeka (SF Baku), yang dimaksud dengan pemenuhan SF Gapeka yaitu pihak kereta api menjamin sistem pemasaran tiket H – 30. Sehingga penumpang semuanyadapat memesan di H-30 keberangkatan agar mendapat tempat duduk dan fasilitas yang diberikan oleh PT. KAI Indonesia, sehingga kenyamanan dalam melakukan perjalanan tetap terjaga.
-          Memperpanjang atau menambah perjalanan KA, yang dimaksudkan yaitu PT. KAI akan menambah gerbong kereta api agar semua penumpang dapat terangkut dalam perjalanan sehingga mampu mengantisipasi hari ramai (liburan sekolah, lebaran, natal, tahun baru) yang mana penumpang yang antusias naik kereta api sangat banyak.

-          Relokasi Rangkaian, yang dimaksudkan dalam relokasi rangkaian ini adalah pengalihan rangkaian kereta ke daerah yang mempunyai  pasar lebih besar atau menjalankan KA baru didaerah baru yang lebih potensial


-          Peningkatan kepedulian front liner, dalam hal ini yang disortkan lebih pada meningkatkan pelayanan terhadap  penumpang / pelanggan  baik selama   di   stasiun   maupun   dalam   perjalanan   KA   (aspek keramahan, daya tanggap, dll.)

-          Pengecatan kereta, yaitu merubah image pelayanan dan standarisasi warna kereta yang selama ini tidak sama untuk beberapa kelas KA. Selain untuk pembeda antar jenis kereta eksekutif, bisnis, ekonomi, dengan melakukan pengecetan kereta ini diharapkan memberikan variasi baru sehingga dapat menarik penumpang untuk tetap menggunakan layanan transportasi ini.

b.     Place
Kini untuk saluran distribusi yang digunakan oleh PT. Kereta Api Indonesia adalah Saluran distribusi langsung (direct-marketing channel) yaitu dengan cara:

-             Ticketing On-Line
Memperluas jaringan pemasaran di stasiun lain yang belum on-line, sehingga mempermudah konsumen mendapatkan tiket di stasiun – stasiun tersebut. Dengan adanya system ticketing On-Line yang akan diberlakukan diharapkan mampu mengatur penumpang dalam memesan tiket agar disesuaikan dengan kereta api yang akan di gunakan, agar tidak terjadi penabrakan jadwal. Karena, kini pemesanan tiket dapat pula di lakukan H-30.


-             Keagenan On-Line
Memperluas jaringan pemasaran tiket di luar lokasi stasiun sehingga lebih menjangkau ke daerah yang jauh dan tersebar dari lokasi stasiun (mendekatkan diri dengan konsumen).

-             Penjadwalan kereta
            Yang dimaksud dengan penjadwalan kereta api ini adalah tentang penjadwalan keberangkatan dan pemberhentian kereta api, dimana untum mengantisipasi jam yang terlambat, maka dengan adanya kombinasi tiket on-line diharapkan mampu mengurangi keterlambatan datang kereta api, seperti dibawah ini adalah grafik keterlambatan kereta api yang harus di kurangi;







c.       Price
Strategi harga yang dilakukan PT. Kereta Api Indonesia:

-             Penerapan TBA / TBB, tarif differential dan tariff partial
Mempertajam penetapan TBA / TBB disesuaikan dengan waktu liburan / ramai, serta kemungkinan penerapan tarif paruh perjalanan bagi pelanggan yang potensial menggunakan kereta api jarak jauh untuk perjalanan menengah atau pendek. Namun, untuk pelaksanaan kali ini, ada perubahan yang dilakukan oleh mentri BUMN, bahwa harga tiket untuk jarak pendek maupun jarak jauh ialah disamaratakan.

-             Discount Tarif
Discount tarif ini diadakan untuk menjaring frequent riders dan penumpang rombongan. Selain itu, discount tarif ini juga diberlakukan untuk penumpang yang lansia, dimana untuk pemumpang lansia di potong 50% dengan menyerahkan syarat ketentuan.

d.      Promotion
                 Strategi promosi yang dilakukan PT. Kereta Api Indonesia:

-             Penyebaran Leaflet jadwal KA & Promosi melalui media cetak
Memberikan informasi secara lebih luas mengenai jadwal perjalanan Kereta Api maupun tarip pada masyarakat.

-             Informasi melalui website
Memperluas promosi melalui fasilitas internet yang dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat meliputi ketersediaan tiket, tariff dan jadwal perjalanan Kereta Api. Melalui alamat sebagai berikut;
Surat kabar: Kontak Kereta Api
Website     : www.kereta-api.co.id        
Majalah     : REL



-             Marketing Public Relation
Memperluas jaringan informasi tentang angkutan KA dengan melibatkan peran humas pusat dan daerah untuk berhubungan dengan media cetak / elektronik.

-             Publisitas (Publicity)
Macam kegiatan publicity pada PT. KAI ini adalah;
                 Dengan mengadakan Road Show Kereta Api Indonesia
        Dalam rangka upaya meningkatkan citra positif Kereta Api Indonesia dan rasa cinta Kereta Api, Direktur Personalia dan umum PT KAI meminta ketersediaan para pecinta kereta api untuk membantu penyelenggaran kegiatan roadshow kereta api yang biasanya diadakan dalam bentuk pameran di 6 stasiun di pulau Jawa. Serta adanya relawan dalam kereta api, juga sebagai salah satu wujud pencitraan kereta api dalam mewujudkan dan menciptakan kenyamanan untuk para penumpangnya. Sehingga dengan adanya kegiatan roadshow ini diharapkan banyak amsyarakat yang turut berpartisipasi dalam mengupayakan penyelamatan dan penertiban penumpang kereta api, yang mana masih banyak kita temukan masih adanya penumpang yang “bandel” saat menaiki kereta api, agar upaya dan tatatertib peng-kereta apian ini mampu direalisasikan sehingga kereta api Indonesia juga mampu bersaing dan penumpangnya menjadi tertib dalam berkendara.

-             Penjualan Langsung (Personal Selling)
        Dalam hal ini, PT KAI ingin membuka penjualan tiket kereta api secara langsung dan online dimana dalam pemesanan tiket kereta ini dapat dilayani muai H-30 sebelum pemberangkatan. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kenaikan penumpang agar penumpang dapat diberikan fasilitas yang nyaman dalam melakukan perjalanannya. Selain itu juga untuk mengantisipasi adanya “Calo” yang mana tidak dipungkiri masih ada disekitar stasiun yang kerap ditemui.

-             Proses Masuk Stasiun
        Dapat dilihat untuk tahun ini tentunya, proses masuk ke stasiun sebelum keberangkatan kerta api, oleh Mentri BUMN semua disamaratakan dengan proses di bandara. Yang mana proses masuk ini hanya boleh masuk untuk penumpang yang memiliki karcis/ tiket saja, untuk pengantar dilarang ikut masuk, selain itu penumpang juga wajib memberikan bukti tiket dan tanda pengenal kepada petugas sebelum memasuki stasiun.














E.  KESIMPULAN

            Dari penulisan makalah ini dapat disimpulkan bahwa  Strategi pemasaran PT. Kereta Api Indonesia (Persero) meliputi sebagai berikut; Produk, Harga, Promosi dan distribusi, yang mana tiap strategi meliputi sebagai berikut;

-           Produk
•         Basic Comfort Kereta
•         Pemenuhan SF Gapeka (SF Baku)
•         Memperpanjang atau menambah perjalanan KA
•         Relokasi Rangkaian
•         Peningkatan kepedulian front liner
•         Pengecatan keret

-           Harga
•         Penerapan TBA / TBB, tarif differential dan tariff partial
•         Discount Tarif
       
-           Promosi
•         Penyebaran Leaflet jadwal KA & Promosi melalui media cetak
•         Informasi melalui website
•         Marketing Public Relation
              Publicitas
              Penjualan Tiket Langsung
              Proses masuk
-           Place
•         Ticketing On-Line
•         Keagenan On-Line
              Penjadwalan kereta api
























0 komentar:

 
;