Definisi Sistem Pakar
Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian, pengalaman,
metode khusus, serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat
dan memecahkan masalah. Misalnya seorang dokter,
penasehat keuangan, pakar mesin mobil, dll.
Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif (meluas) dan
spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman.
Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih
cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran
mempunyai sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak
daripada pakar yunior.
Sistem Pakar adalah : Sistem yang
berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan
masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli.
Sistem pakar
diciptakan tidak untuk menggantikan
kedudukan seorang pakar tetapi untuk memasyarakatkan pengetahuan &
pengalaman pakar tersebut. Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran
yang dimiliki seorang pakar kedalam komputer, dan kemudian kepada orang lain (nonexpert).
Bentuk umum sistem
pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang
menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai
suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut.
Sistem Pakar memberikan banyak keuntungan
bagi operasi perusahaan dan manajer, tetapi memiliki keterbatasan significan.
Artificial Intelligence merupakan suatu aktivitas untuk menyediakan berbagai
mesin seperti komputer dengan menampilkan perilaku dengan penalaran yang cerdas
apabila diamati sebagai manusia. Artificial Intelligence menyajikan berbagai
aplikasi komputer yang canggih untuk menyamai berbagai jenis penalaran manusia.
SP dikembangkan pertama kali oleh
komunitas AI tahun 1960an. SP yang pertama adalah General Purpose Problem
Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel Simon.
Alasan Penggunaan Sistem Pakar
Terdapat beberapa alasan bagi
suatu perusahaan untuk mengadopsi sistem pakar :
a) Pakar di suatu perusahaan/instansi bisa
pensiun, keluar, atau telah meninggal. Suatu aplikasi sistem pakar dapat diperbanyak dan disebarluaskan dengan
mudah dan cepat. Hal ini berarti telah memperbanyak jumlah pakar dan memperluas
jangkauan aksesnya.
b) Pengetahuan perlu di dokumentasikan atau
dianalisis. Penyimpanan
data-data pengetahun ke dalam database dengan lengkap dan terpercaya
menyebabkan informasi yang dibutuhkan bisa diakses dalam jangka waktu yang
cukup lama.
c) Sistem pakar
memungkinkan pengetahuan ditransfer lebih mudah dengan biaya lebih rendah. Sehingga seseorang yang berkonsultasi
dengan sistem tersebut seolah-olah berkonsultasi dengan pakar aslinya
d) Sistem Pakar dapat menyediakan kepakaran
setiap waktu dan diberbagai lokasi. Efisiensi waktu, namun sistem atau orang biasa/awam yang terlibat di
dalamnya bekerja layaknya sang pakar.
e) Secara otomatis mengerjakan tugas-tugas
rutin yang membutuhkan
seorang pakar.
seorang pakar.
f)
Seorang
Pakar mahal dan langka Efisiensi kerja,
karena sistem biaya yang dikeluarkan untuk perancangan, implementasi dan
perawatan (maintenance) sistem pakar relatif lebih murah dan tidak mengenal
sifat lelah/lupa dll. Hal ini berimbas pada meningkatnya
produktivitas dan kinerja perusahaan.
g)
Efisiensi waktu, namun sistem
atau orang biasa/awam yang terlibat di dalamnya bekerja layaknya sang pakar.
h) Penyimpanan data-data pengetahun ke dalam database dengan lengkap
dan terpercaya menyebabkan informasi yang dibutuhkan bisa diakses dalam jangka
waktu yang cukup lama. Sehingga
seseorang yang berkonsultasi dengan sistem tersebut seolah-olah berkonsultasi
dengan pakar aslinya.
i)
Dimungkinkan
terjadinya penyatuan kemampuan sistem pakar yang satu dengan yang lainnya,
sehingga membuat kualitas hasil lebih meningkat sehingga seolaholah seorang
user berkonsultasi dengan banyak pakar.
j)
Efisiensi
kerja, karena sistem biaya yang dikeluarkan untuk perancangan, implementasi dan
perawatan (maintenance) sistem pakar relatif lebih murah dan tidak mengenal
sifat lelah/lupa dll. Hal ini berimbas pada
meningkatnya produktivitas dan kinerja perusahaan.
Suatu aplikasi sistem pakar dapat
diperbanyak dan disebarluaskan dengan mudah dan cepat. Hal ini berarti telah
memperbanyak jumlah pakar dan memperluas jangkauan aksesnya.
Perbandingan Seorang Ahli (Human Expert) dengan Sistem
Pakar (ES)
|
Faktor
|
Human Expert
|
Expert System
|
|
Time Availability
|
Hari Kerja
|
Setiap saat
|
|
Geografis
|
Lokal/tertentu
|
Dimana saja
|
|
Keamanan
|
Tidak tergantikan
|
Dapat diganti
|
|
Perishable/Dapat
habis
|
Ya
|
Tidak
|
|
Performansi
|
Variabel
|
Konsisten
|
|
Kecepatan
|
variabel
|
Konsisten & lebih cepat
|
|
Biaya
|
Tinggi
|
Terjangkau
|
Perbandingan
Sistem Konvensional dan Sistem Pakar
|
Sistem Konvensional
|
Sistem Pakar
|
|
Informasi dan pemrosesan umumnya
digabung dlm satu program sequential
|
Knowledge base terpisah dari mekanisme pemrosesan (inference)
|
|
Program
tidak pernah salah (kecuali programer-nya yang salah)
|
Program
bisa saja melakukan kesalahan
|
|
Tidak
menjelaskan mengapa input dibutuhkan atau bagaimana hasil diperoleh
|
Penjelasan
(explanation) merupakan bagian dari ES
|
|
Membutuhkan semua input data
|
Tidak
harus mambutuhkan semua input data atau fakta
|
|
Perubahan pada program merepotkan
|
Perubahan
pada rules dapat dilakukandengan mudah
|
|
Sistem
bekerja jika sudah lengkap
|
Sistem
dapat bekerja hanya dengan rules yang sedikit
|
|
Eksekusi secara algoritmik (step-by-step)
|
Eksekusi
dilakukan secara heuristic dan logik
|
|
Sistem Konvensional
|
Sistem Pakar
|
|
Manipulasi efektif pada
database yang besar
|
Manipulasi efektif pada knowledge-base yang
besar
|
|
Efisiensi adalah tujuan utama
|
Efektifitas adalah tujuan utama
|
|
Data kuantitatif
|
Data kualitatif
|
|
Representasi data dalam numerik
|
Reperesentasi pengetahuan dalam simbol
|
|
Menangkap, menambah dan
mendistribusi data numerik atau informasi
|
Menangkap, menambah dan
mendistribusi pertimbangan (judgment) dan pengetahuan
|
Pengembangan Sistem Pakar
Pengembangan
sistem pakar dibagi menjadi dua generasi :
1. Sistem pakar generasi pertama menggunakan
aturan jika-maka untuk merepresentasikan dan menyimpan pengetahuannya.
2. Sistem pakar generasi kedua jauh lebih
fleksibel dalam mengadopsi banyak representasi pengetahuan dan metode
pertimbangan.
Pengalihan keahlian dari para ahli ke
media elektronik seperti komputer untuk kemudian dialihkan lagi pada orang yang
bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar. Proses
ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu:
1.
Tambahan pengetahuan (dari para
ahli atau sumber-sumber lainnya),
2.
Representasi pengetahuan (ke
komputer),
3.
Inferensi pengetahuan, dan
4.
Pengalihan pengetahuan ke user.
Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut sebagai basis
pengetahuan, yaitu: fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan). Salah satu
fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan
sebagai basis pengetahuan dan tersedia program yang mampu mengakses basis data,
maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Proses inferensi
ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine). Dan setiap sub
sistem mempunyai sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi sistem
tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
Tujuan pengembangan Sistem Pakar adalah :
a)
Mempermudah kerja tenaga ahli
b)
Mengganti tenaga ahli
c)
Menggabungkan kemampuan tenaga
ahli
d)
Training tenaga ahli
e)
Mengurangi resiko pada pekerjaan
yang berbahaya
f) Menyediakan ahli pada bidang pekerjaan
“kering”
Kunci Sukses Mengembangkan ES
• Koordinir pengembangan ES dengan perencanaan
strategis
• Definisikan masalah dengan jelas untuk
dipecahkan dan memahami domain masalah
•
Memberikan perhatian tertentu pada kelayakan etika dan hukum dari kelayakan
sistem yang diusulkan
• Memahami perhatian dan ekspektasi
pemakai mengenai sistem.
• Menggunakan teknik manajemen yang dirancang
untuk mempertahankan pengembang.
Komponen atau Bagain Utama Sistem Pakar
a.
User Interface (Antarmuka Pemakai)
Antarmuka pemakai, memungkinkan pemakai
untuk berinteraksi dengan expert system. User interface digunakan manajer untuk
meng-enter instruksi dan informasi ke dalam sistem pakar dan menerima informasi
dari sistem pakar.
a)
Input Sistem Pakar
User
interface dirancang untuk mempermudah dialog dua arah antara sistem dan pemakai
dengan menmpilkanteknik tanya jawab dan pengisian formulir kemudian muncul
bahasa perintah dan menu elektronik dan sistem manajemen data base.
b)
Output Sistem pakar
Sistem pakar dirancang untuk menyarankan
pemecahan.
b.
Knowledge Base (basis pengetahuan)
Knowledge
Base berisi pengetahuan-pengetahuan (pengetahuan gabungan) dalam memahami, merumuskan, dan penyelesaian
masalah. Knowledge Base adalah bagian dari sistem pakar
yang berisi domain pengetahuan.
Knowledge
base terdiri dari fakta yang menggambarkan area problem atau problem domain dan
juga teknik penyajian yang menggunakan fakta sesuai logika. Domain pengetahuan
seorang pakar pada dasarnya adalah spesifik terhadap domain masalah.
c.
Inference Engine (mesin
inferensi)
Inference engine bertugas
untuk menganalisis pengetahuan, memberikan kemampuan penalaran dan menarik kesimpulan
berdasarkan knowledge base.
d.
Development Engine
Komponen yang digunakan untuk mengolah
sistem pakar, terdiri dari bahasa pemrograman.
![]() |
![]() |
Semua
Sistem Pakar terdiri dari sebuah alat penghubung (input dan output), suatu
database, suatu dasar pengetahuan, dan suatu mekanisme kesimpulan. Lebih dari
itu, pengembangan Sistem Pakar pada umumnya berproses melalui beberapa tahap
yang mencakup pemilihan masalah, didapatnya pengetahuan, penyajian pengetahuan,
programming, evaluasi dan pengujian.
Bagian
dari Sistem Pakar yang menarik adalah kemampuan perangkat lunak untuk
meninjau ulang suatu konsultasi dan menyediakan suatu penjelasan kepada pemakai
bagaimana caranya memperoleh kesimpulan. Fungsi penjelasan yang sangat utama
adalah suatu catatan yang menyangkut proses pemikiran yang digunakan oleh
tenaga ahli untuk memecahkan masalah itu. Sistem Pakar menyediakan suatu
pemahaman yang lebih baik bagaimana kesimpulan dicapai sehingga kepercayaan
pemakai akan lebih besar dalam mengambil kesimpulan menggunakan Sistem
Pakar. Akumulasi fakta akan diperkenalkan ketika suatu penjelasan
diminta. Biasanya penjelasan yang diminta yaitu bagian dari perangkat lunak
atau bagian luar dari pengembangan.
Tools
perangkat lunak yang dikembangkan memberikan keleluasaan pada perekayasa
pengetahuan untuk memasukkan himpunan aturan pada basis pengetahuan, dan
diperolehnya suatu solusi berdasarkan basis pengetahuan yang ada. Sehingga
Tools Sistem Pakar yang dibuat dalam penelitian ini dapat digunakan untuk
memecahkan berbagai macam domain permasalahan.
Mesin
informasi di atas merupakan mesin yang dapat berpikir dengan cermat dan tepat
untuk pencapaian suatu keputusan yang diambil melalui pengetahuan, yakni
komputer. Jadi Sistem Pakar dapat kita definisikan sebagai suatu sistem
perangkat lunak yang menggunakan ilmu, fakta dan teknik berpikir dalam
pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang biasanya hanya
dapat diselesaikan oleh tenaga kerja ahli dalam bidang yang bersangkutan. Ahli
disini melakukan pemindahan ilmu pengetahuan (akuisisi ilmu pengetahuan) yang
dia miliki kepada suatu sistem yang di berada pada sebuah perangkat lunak
komputer. Sistem Pakar ini sudah banyak di gunakan untuk membantu manusia dalam
bidang manajerial.
v Bentuk pengetahuan :
-
fakta-fakta
pada lingkup permasalahan tertentu
-
teori-teori
pada lingkup masalah tertentu
-
prosedur-prosedur berkenaan
dengan lingkup masalah tertentu
-
strategi-strategi
global untuk menyelesaikan masalah
-
meta-knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan)
Pengetahuan di dalam
Sistem Pakar
Pengetahuan yang digunakan
untuk memecahkan suatu masalah harus dipaparkan sehingga dapat digunakan untuk
menuliskan kode ke dalam komputer dan kemudian dapat dilakukan
pengambilan keputusan oleh Sistem Pakar. Ada
berbagai metode formal untuk mewakili pengetahuan dan pada umumnya
karakteristik dari suatu masalah tertentu akan menentukan teknik penyajian yang
sesuai mempekerjakan.
Dasar pengetahuan salah satunya
didapatkan dari aturan produksi perusahaan. Aturan ini terdiri dari suatu
pendapat atau kondisi yang diikuti oleh suatu kesimpulan atau tindakan (contoh
: IF kondisi THEN tindakan). Aturan produksi mengijinkan hubungan dasar pengetahuan untuk dipecahkan ke
dalam unit yang dapat dikendalikan. Suatu dasar pengetahuan yang terdiri dari
ratusan atau beribu-ribu aturan dapat menyebabkan suatu masalah dengan
organisasi dan manajemen aturan itu. Pengaturan visualisasi dan aturan
saling behubungan, mereka dapat dipenuhi sampai jaringan ketergantungan.
Sepanjang
konsultasi aturan dasar, dikemukakan kondisi-kondisi yang dapat memuaskan
pemakai. Operasi ini dilakukan oleh mesin pengambil kesimpulan. Suatu
ketika semua kondisi-kondisi ( yaitu. IF bagian-bagian dari aturan) dari suatu
aturan sesuai, aturan dieksekusi dan kesimpulan yang sesuai ditarik.
Berdasarkan Atas kesimpulan dan fakta yang diperoleh selama konsultasi,
mekanisme kesimpulan menentukan pertanyaan yang (mana) akan ditanyakan
dan di pesan apa yang ditampilkan. Ada berbagai metoda inferencing tersedia
untuk melaksanakan tugas pencarian, menyesuaikan, dan eksekusi. Suatu
karakteristik Sistem Pakar yang berbeda dari perangkat lunak konvensional
adalah kemampuan mereka untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan data.
Dalam
sepuluh tahun terakhir, perangkat lunak komputer berbasis kecerdasan buatan
yang disebut Sistem Pakar sudah menerima banyak perhatian. Karena perangkat
lunak ini sudah banyak di gunakan untuk memecahkan permasalahan yang
berhubungan didalam suatu bidang. Contohnya meliputi sistem komputer
disain, perbaikan lokomotif, dan cloning Gen.
Pada jaman
sekarang ini perangkat lunak komputer yang paling sering digunakan adalah suatu
Sistem Pakar yang memiliki friendly user interface. Interface ini tidak membuat
kerja sistem itu menjadi lambat, tetapi dapat memungkinkan user yang tidak
memiliki pengalaman untuk mengetahui permasalahan, pemecahan dan dapat
menarik kesimpulan dari sistem itu.
Membuat Sistem Pakar lebih mudah digunakan
Ya atau
tidaknya sebuah Sistem Pakar mencapai sukses mungkin ditentukan oleh sifat
alami alat penghubung pemakainya. Ini adalah bagian dari Sistem Pakar
yang saling berhubungan dengan pemakai. Bahkan Sistem Pakar yang paling kuat
tidak akan diterapkan jika sistem itu memerlukan terlalu banyak usaha pada
pihak pemakai. Oleh sebab itu, penting untuk membuat komputer semudah mungkin untuk
dipakai oleh pemakai ketika beroperasi. Hampir semua perangkat lunak
pengembangan modern menawarkan kapasitas yang saling berhubungan antara sistem
grafik dan teks.
Sistem
Pakar sebagai kecerdasan buatan, menggabungkan pengetahuan dan fakta-fakta serta
teknik penelusuran untuk memecahkan permasalahan yang secara normal memerlukan
keahlian dari seorang pakar. Tujuan utama pengembangan sistem pakar adalah
mensubtitusikan pengetahuan dan pengalaman pakar di berbagai bidang seperti
bidang pertanian, kelautan, bisnis, pendidikan, ilmu pengetahuan,
telekomunikasi, geologi dan meteorologi, kesehatan dan pengobatan, komunikasi
dan transportasi.
Sistem pakar akan menjadi layaknya seorang pakar di dalam bidang tertentu
sesuai kebutuhan manusia. Sistem pakar juga merupakan perkembangan dunia
teknologi mutakhir, yang membuat manusia/pengguna mendapatkan informasi dan
panduan pada saat yang diperlukan, selain juga
dapat menghemat biaya.
Ciri-ciri
Sistem Pakar
Ciri-ciri Sistem Pakar
adalah :
a)
Memiliki fasilitas informasi
yang handal
b)
Mudah dimodifikasi
c) Dapat digunakan dalam berbagai jenis
komputer
d) Memilki kemampuan untuk belajar
beradaptasi.
e) Bekerja secara sistematis berdasarkan
pengetahuan dan mekanisme tertentu.
f) Pengambilan keputusan berdasarkan
kaidah-kaidah tertentu dan dapat merespons masukkan user (melalui kotak
dialog).
g) Dapat menalar data-data yang tidak pasti
dan memberikan beberapa alasan pemilihan.
h) Dikembangkan secara bertahap dan terbatas
pada bidang keahlian tertentu saja.
i)
Outputnya berupa saran atau
anjuran.
Bentuk SP :
-
Berdiri sendiri. Sistem jenis
ini merupakan s/w yang berdiri sendiri tidak tergabung dengan s/w lain.
-
Tergabung.
Sisetm ini merupakan bagian program yang terkandung di dalam suatu algoritma
(konvensional) .
-
Menghubungkan
ke s/w lain. Bentuk ini biasanya merupakan SP yang menghubungkan ke suatu paket
program tertentu, misalnya DBMS.
-
Sistem
mengabdi. Sistem ini merupakan bagian dari computer khusus yang dihubungkan
dengan suatu fungsi tertentu.
Keuntungan
dan Kelemahan Sistem Pakar
1.
Keuntungan SP :
1. Memungkinkan orang awam bisa
mengerjakan pekerjaan para ahli
2. Menyederhanakan pekerjaan dan
meningkatnya efisiensi kerja
3.
Bisa melakukan proses secara
berulang secara otomatis
4.
Menyimpan pengetahuan dan
keahlian para pakar
5.
Meningkatkan output dan produktivitas
6.
Meningkatkan kualitas
7. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian
para pakar
8.
Mampu beroperasi dalam
lingkungan berbahaya
9.
Memiliki kemampuan untuk
mengakses pengetahuan
10.
Memiliki realibilitas
11.
Meningkatkan kapabilitas system
computer
12. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan
informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian
13.
Sebagai media pelengkap dalam
pelatihan
14.
Meningkatkan kapabilitas dalam
penyelesaian masalah
15.
Menghemat waktu dalam
pengambilan keputusan
v Keuntungan Sistem Pakar Bagi
Manajer
• Mempertimbangkan lebih banyak alternatif
• Menerapkan logika tingkat tinggi
• Mempunyai lebih banyak waktu untuk
mengevaluasi aturan pengambilan keputusan
• Logika Konsisten
v Keuntungan Sistem Pakar
Bagi Perusahaan
• Kinerja
Lebih baik dari tim manajemen
•
Mempertahankan sumber daya pengetahuan perusahaan
Dalam
kaitannya dengan proses pengambilan keputusan, beberapa manfaat yang dapat
diberikan oleh sistem pakar kepada manajer perusahaan antara lain :
• Solusi
Aternatif
solusi yang dihasilkan melalui sistem pakar umumnya lebih banyak, lebih beralasan
dengan beberapa pertimbangan teknis, penyajiannya lebih sistematis dan terkadang
dilengkapi fitur-fitur tambahan seperti grafik, diagram dan alat-alat penunjang
lainnya sehingga lebih merepresentasikan keadaan sebenarnya. Hal ini sangat diperlukan oleh
seorang manajer mengingat keputusan yang diambil berbasis multi-kriteria.
• Logika
Penerapan
logika pada kode-kode program dimungkinkan dalam tingkatan yang cukup rumit
sekalipun. Hal serupa apabila dibebankan kepada manusia, maka akan membutuhkan
waktu yang lama dengan kemungkinan kesalahan analisa dan faktor-faktor
kelemahan manusiawi lainnya yang cenderung tinggi. Sistem pakar memberikan
hasil dalam waktu yang cepat melalui penalaran yang terstruktur.
• Waktu
Cepatnya
hasil analisa dikeluarkan oleh suatu aplikasi sistem cerdas membuat para pengambil
keputusan memiliki waktu yang banyak untuk mengevaluasi hasil keluaran sistem
tersebut. Hal ini tentunya cukup membantu mempercepat kerja manajer khusunya dan
perusahaan umumnya.
• Konsisten.
Keputusan
yang dihasilkan akan lebih konsisten dan terarah, mengingat bahwa algoritma
yang digunakan dalam pengeksekusian data adalah tetap dan konsisten.
2.
Kelemahan SP :
1.
Biaya yang diperlukan untuk
membuat dan memeliharanya sangat mahal
2.
Sulit
dikembangkan. Hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dalam bidangnya.
Sistem pakar hanya dapat menangani
pengetahuan yang konsisten. Sistem pakar dirancang dengan aturan-aturan yang
hasilnya sudah pasti dan konsisten sesuai dengan alur di diagram pohonnya.
Untuk pengetahuan yang cepat berubah-rubah dari waktu ke waktu, maka knowledge base di sistem pakar harus
selalu diubah, yang tentu cukup merepotkan.
3.
System
pakar tidak 100% bernilai benar.
Sistem pakar tidak dapat menangani hal
yang bersifat judgement (Pertimbangan
atau intuisi). Sistem pakar memberikan hasil yang pasti, sehingga keputusan
akhir pengambilan keputusan jika melibatkan kebijaksaaan dan institusi masih
tetap di tangan manajemen.
Kategori Problema Sistem Pakar
Kategori Problema Sistem Pakar secara umum :
1.
Interpretasi
: membuat kesimpulan atau deskripsi dari sekumpulan
data mentah. Pengambilan keputusan dari hasil observasi, termasuk
pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal, dll
2.
Prediksi
: memproyeksikan akibat-akibat yang dimungkinkan
dari situasi-situasi tertentu. Contoh : prediksi demografi, prediksi ekonomi,
dll.
3.
Diagnosis : menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang
didsarkan pada gejala-gejala yang teramati diagnosis medis, elektronis,
mekanis, dll.
4.
Perancangan
(Desain): menentukan konfigurasi komponen-komponen
sistem yang cocok dengan tujuan-tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala -
kendala tertentu. Contoh : perancangan layout
sirkuit , bangunan.
5.
Perencanaan : merencanakan serangkaian tindakan yang
akan dapat mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu. Contoh : perencanaan
keuangan, militer, dll
6.
Monitoring : membandingkan hasil pengamatan dengan kondisi yang
diharapkan. Contoh : computer aided monitoring system
7.
Debugging : menentukan dan menginterpretasikan cara-cara untuk
mengatasi malfungsi. Contoh
: memberikan resep obat terhadap kegagalan
8.
Instruksi
: mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam
pemahaman domain subyek. Contoh
: melakukan instruksi untuk diagnosis, debugging dan
perbaikan kinerja
9.
Kontrol
: mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks. Contoh : melakukan
kontrol terhadap interpreasi, prediksi, perbaikan dan monitoring kelakukan
sistem.
Domain expert
• Orang yang memiliki ketrampilan ( skill) dan pengetahuan (knowledge)
untuk menyelesaikan masalah khusus dengan cara-cara yang superior dibanding
orang kebanyakan.
• Memiliki pengetahuan kepakaran
•
Memiliki
ketrampilan problem-solving yang efisien
• Dapat mengkomunikasikan pengetahuan
• Dapat menyediakan waktu
• Dapat bekerja sama
Knowledge Engineer
•
Orang
yang melakukan proses disain, mengembangkan dan menguji suatu sistem pakar
• Memiliki ketrampilan rekayasa pengetahuan (knowledge engineering)
• Memiliki ketrampilan komunikasi yang baik
• Dapat menyesuaikan masalah kepada software
• Memiliki ketrampilan pemrograman sistem pakar
End-User
• Dapat membantu mendefinisikan spesifikasi interface
• Dapat membantu proses akuisisi pengetahuan
• Dapat membantu proses pengembangan sistem
Contoh Aplikasi dan
Pengembangannya (Contoh) Sistem Pakar
- Dendral : Mengidentifikasi struktur
organik tak dikenal melalui analisa spektrum massa dan ilmu kimia
- Mycin: Identifikasi bakteri penyebab
infeksi dan merekomendasikan antiobiotik dengan dosis yang disesuaikan
dengan berat tubuh pasien. Dirancang oleh Edward
Feigenbaum (Universitas Stanford) th ’70 an.
- Dipmeter Advisor: Digunakan oleh Schlumberger untuk analisis data dalam pengeboran minyak.
- XCON & XSEL : Membantu
konfigurasi sistem komputer besar. Dikembangkan
oleh Digital Equipment Corporation (DEC) dan Carnegie Mellon Universitas
(CMU), akhir ’70 an. Untuk sistem komputer DEC VAC 11 1780
- Sophie : Analisis sirkit elektronik
- Prospector : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari
dan menemukan deposit. Didesign oleh Sheffield Research Institute, akhir
‘70an
- Folio : Menbantu memberikan keutusan
bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi.
- Delta : Pemeliharaan lokomotif
listrik disel. Didesign & dikembangkan oleh
General Electric Company.
- YESMVS : Membantu operator komputer & mengontrol sistem operasi MVS (multiple virtual storage). Didesign oleh IBM awal th ‘80an
- ACE : SP troubleshooting pd sistem kabel telpon. Didesign & dikembangkan oleh AT&T Bell Lab awal th ‘80an
v
Contoh Aplikasi Sistem Pakar
Aplikasi Sederhana: Sistem Pakar Bengkel Mobil
Ini adalah contoh Sistem Pakar
sederhana, yang bertujuan untuk mencari apa yang salah sehingga mesin mobil
pelanggan yang tidak mau hidup, dengan memberikan gejala-gejala yang teramati. Anggap
Sistem Pakar kita memiliki aturan-aturan berikut:
1.
JIKA mesin_mendapatkan_bensin DAN
starter_dapat_dihidupkan MAKA ada_masalah_dengan_pengapian
2.
JIKA TIDAK BENAR
starter_dapat_dihidupkan DAN TIDAK BENAR lampu_menyala MAKA
ada_masalah_dengan_aki
3.
JIKA TIDAK BENAR
starter_dapat_dihidupkan DAN lampu_menyala MAKA ada_masalah_dengan_starter
4.
JIKA ada_bensin_dalam_tangki_bahan_bakar
MAKA mesin_mendapatkan_bensin
Terdapat
3 masalah yang mungkin, yaitu: ada_ masalah_ dengan _pengapian, ada_ masalah_ dengan_
aki dan ada_ masalah_ dengan_ starter. Dengan sistem terarah-tujuan
(goal-driven), kita hendak membuktikan keberadaan setiap masalah tadi.
Pertama, Sistem Pakar berusaha untuk membuktikan
kebenaran ada_masalah_dengan_pengapian. Di sini, aturan 1 dapat digunakan,
sehingga Sistem Pakar akan menset goal baru untuk membuktikan apakah
mesin_mendapatkan_bensin serta starter_dapat_dihidupkan. Untuk membuktikannya,
aturan 4 dapat digunakan, dengan goal baru untuk membuktikan
mesin_mendapatkan_bensin. Karena tidak ada aturan lain yang dapat digunakan
menyimpulkannya, sedangkan sistem belum memperoleh solusinya, maka Sistem Pakar
kemudian bertanya kepada pelanggan: “Apakah ada bensin dalam tangki bahan
bakar?”. Sekarang, katakanlah jawaban klien adalah “Ya”, jawaban ini kemudian
dicatat, sehingga klien tidak akan ditanyai lagi dengan pertanyaan yang sama.
Nah, karena sistem sekarang sudah dapat
membuktikan bahwa mesin mendapatkan bensin, maka sistem sekarang berusaha
mengetahui apakah starter_dapat_dihidupkan. Karena sistem belum tahu mengenai
hal ini, sementara tidak ada aturan lagi yang dapat menyimpulkannya, maka
Sistem Pakar bertanya lagi ke klien: “Apakah starter dapat dihidupkan?”.
Misalkan jawabannya adalah “Tidak”, maka tidak ada lagi aturan yang dapat
membuktikan ada_masalah_dengan_pengapian, sehingga Sistem Pakar berkesimpulan
bahwa hal ini bukanlah solusi dari problem yang ada, dan kemudian melihat
hipotesis berikutnya: ada_masalah_dengan_aki. Sudah diketahui (dibuktikan)
bahwa mesin tidak dapat distarter, sehingga yang harus dibuktikan adalah bahwa lampu
tidak menyala. Sistem Pakar kemudian bertanya: “Apakah lampu menyala?”.
Misalkan jawabannya adalah “Tidak”, maka sudah terbukti bahwa ada masalah
dengan aki.
Sistem ini mungkin berhenti sampai di
sini, tetapi biasanya ada kemungkinan terdapat lebih dari satu solusi (misalnya
terdapat lebih dari satu kerusakan), atau ada kemungkinan terdapat solusi lain
yng lebih tepat, sehingga biasanya semua hipotesis diperiksa kebenarannya.
Sistem Pakar ini kemudian mencoba membuktikan bahwa ada_masalah_dengan_starter,
namun dari fakta yang sudah diperoleh, yaitu lampu tidak menyala, maka
pembuktiannya menjadi gagal. Dengan demikian solusi yang diberikan oleh Sistem
Pakar adalah ada masalah dengan aki.
Secara lengkap, interaksi antara Sistem Pakar dengan klien mungkin seperti
ini:
System Pakar: Apakah ada bensin dalam tangki bahan bakar?
Klien: Ya
System Pakar: Apakah starter dapat dihidupkan?
Klien: Tidak
System Pakar: Apakah lampu menyala?
Klien: Tidak
System Pakar: Saya berkesimpulan bahwa ada masalah dengan aki
Fasilitas Penjelasan
Kebanyakan Sistem Pakar mempunyai
fasilitas penjelasan yang mengijinkan klien untuk bertanya mengapa dia diberi
suatu pertanyaan atau bagaimana dapat mencapai suatu kesimpulan. Pertanyaan
dari klien tersebut dijawab dengan mengacu pada goal, aturan yang dipakai, dan
data-data yang ada. Contoh pemakaian fasilitas penjelas dalam Sistem Pakar di
atas dapat dilihat pada percakapan berikut:
System Pakar: Apakah ada bensin dalam tangki bahan bakar?
Klien: Ya
System Pakar: Apakah starter dapat dihidupkan?
Klien: Tidak
System Pakar: Apakah lampu menyala?
Klien: Mengapa?
System Pakar: Saya mencoba membuktikan bahwa ada masalah
dengan aki. Sudah ditunjukkan adalah tidak benar starter dapat dihidupkan.
Sehingga jika tidak benar bahwa lampu menyala, maka ada masalah dengan aki.
Apakah lampu menyala?
Klien: Tidak
System Pakar: Saya berkesimpulan bahwa ada masalah dengan
aki
Klien: Bagaimana bisa?
System Pakar: Hal ini sesuai dengan aturan no 2: JIKA
TIDAK BENAR starter_dapat_dihidupkan DAN TIDAK BENAR lampu_menyala MAKA
ada_masalah_dengan_aki bahwa tidak benar starter_dapat_dihidupkan sudah
dijawab, bahwa tidak benar lampu_menyala sudah dijawab, sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada_masalah_dengan_aki.
Fasilitas penjelasan berhubungan dengan
pencatatan aturan apa saja yang digunakan untuk mengambil kesimpulan, dan
menggunakan catatan tersebut untuk menyusun penjelasan. Pembangkitan penjelasan
sederhana seperti contoh di atas bukanlah persoalan yang sulit, namun pemahaman
klien terhadap penjelasan tersebut tidaklah sama, sehingga seringkali klien
tetap tidak mengerti maksudnya. Hal ini karena biasanya penjelasan hanya
meliputi pengetahuan yang dangkal atau hanya permukaan saja sebagaimana
tercantum dalam autran yang dipunyai, bukannya pengetahuan yang mendalam yang
mendasari aturan tersebut. Dalam contoh di atas, Sistem Pakar hanya mengatakan
bahwa hal ini sesuai dengan aturan no 2, tetapi tidak menjelaskan secara lebih
detil mengenai aturan 2 tersebut. Mungkin klien perlu diberi pengertian bahwa
lampu dan starter dua-duanya menggunakan aki untuk menyalakannya. Hal penting
lain adalah ketika klien gagal mengerti atau menerima penjelasan yang
diberikan, biasanya Sistem Pakar tidak dapat memberi penjelasan dengan cara
lain (tidak begitu halnya dengan seorang pakar yang mampu menggunakan kalimat
yang lain untuk mencoba menjelaskannya).
2. Eliza
Eliza adalah salah satu Sistem Pakar
yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program komputer terapis yang dibuat
oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana
sedang berkonsultasi dengan seorang terapis. Berikut ini adalah contoh
percakapan antara Eliza dengan seorang klien:
Eliza:
Hello. I am ELIZA. How can I help you?
Klien:
My name is Balza.
Eliza:
I have told you before, I do not care about names.
Klien:
I don’t have any money. That’s my problem.
Eliza:
Why do you say your problem?
Klien:
Because you asked me.
Eliza:
Do any other reasons not come to mind?
Klien:
No.
Eliza:
You are being a bit negative.
Klien:
Why?
Eliza:
Please go on.
Klien:
OK. I am bankrupt.
Eliza:
How long have you been bankrupt?
Klien:
A year.
Eliza:
Please go on.
Klien:
So, what should I do?
Eliza:
Does that question interest you?
Klien:
Yes, how can I make big money?
Eliza:
You are sure?
Klien:
Of course I’m sure.
...
3. Parry
Parry adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan
di Stanford University oleh seorang psikiater,
Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid. Berikut ini contoh respon
Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater yang menginterviunya.
Psikiater:
Why are you in the hospital?
Parry:
I shouldn't be here.
Psikiater:
Who brought you here?
Parry:
The police.
Psikiater:
What trouble did you have with the police?
Parry:
Cops don't do their job.
Psikiater:
What do they do instead?
Parry:
Cops arrest the wrong people.
Psikiater:
They arrest the right ones sometimes
Parry:
The law should get those Italian crooks.
Psikiater:
Are you Italian?
Parry:
My background is British but I was born in this country.
Psikiater:
Do you know any Italian crooks?
Parry:
I try to avoid the underworld.
...






0 komentar:
Posting Komentar