kali ini benar-beanr rada bodoh tindakanku, bagaimana mungkin hal sekecil yang aku pikirnkan malah berbanding terbalik mjd hal yang besar.
ku pikir awak=lnya aku bisa menyelesaikan sendiri,namun tapi akhirnya aku melakukan hal bodoh, melakukan hal yang justru mmembuat nya kembali kemasa lalu, dan terluka.
sungguh ku sempat berfikir seperti itu awalnya, tapi entah mengapa hai terasa ingin melalukannya dan menyelesaikannya sendiri, namun apa dayaku. aku memang tak sanggup. aku tak sanggup bila aku pendam semua itu sendiri.
hari itu aku luapkan semuanyaa, tapi aku malah justru membuat luka dihatinya. sekian hampir 2 tahun berteman, kali ini aku merasakan aku benar-benar merasa bersalah, salah yang teramat dalam. kadang aku berfikir kata Maafku ini baginya sudah tidak mempan. hatinya teralnjur aku sakitin dan aku buka goresan itu kembali.
tuhanku,,,ia hanya tuhanku yang dapat menolongku disaat ini,
dengan teguh dan dengan semua rasa salah ynag aku rasa aku hampiri dan datangi dia, senyum tipis dia lontarkan padaku. aku tahu ia kecewa padaku, tapi saat aku mulai duduk dikursi warna biru itu aku coba jelaskan perlahan - lahan.
sungguh aku dapat merasakan betapa kecewanya ia padaku, namun aku juga berusaha menjelaskan hal itu semua padanya hingga dia mulai sedikit cair dari kekerasan hatinya. ia memberika sebungkus minuman favorite aku, tak sempat aku meminumnya krna aku merasa masih bersalah dengannya.
hingga akhirnya setengah jam aku dirumahnya, terik matahari mulai muncul lagi, aku berpamitan pulang dengan semua yang telah aku jelaskan.
aku tak tahu akan menjadi apa setelah ini pertemanan kita. tapi akan ku terima semua konsekwensinya yang kan terjadi
maafkanku, bukan maksud membuat hatimu terluka,
aku pun pulang dengan rasa penyesalan dan ku bertekad dalam hati tidakkan mengulanginya untuk yang kesekian kali.
terima kasih, dan maaf membuatmu terluka.
^o^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar